Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 01.33 WIB

Harga Mobil Bukan Satu-Satunya Pengeluaran, Ini 7 Biaya yang Sering Bikin Dompet Kaget

Ilustrasi bahan bakar kendaraan (Dok. iStockphoto) - Image

Ilustrasi bahan bakar kendaraan (Dok. iStockphoto)

JawaPos.com - Membeli mobil sering kali membuat calon pemilik lebih fokus menghitung harga kendaraan, uang muka, serta cicilan setiap bulan. Padahal, setelah mobil berada di garasi, masih ada berbagai pengeluaran lain yang harus disiapkan agar kendaraan tetap nyaman digunakan dan tidak mengganggu kondisi keuangan.

Biaya tersebut tidak semuanya muncul setiap bulan. Ada pengeluaran rutin seperti parkir dan bahan bakar, tetapi ada pula biaya tahunan hingga perbaikan tak terduga yang nominalnya bisa cukup besar. 
 
Karena itu, penting bagi kamu untuk memperhitungkan biaya tak terduga secara keseluruhan sebelum memutuskan membeli mobil. Berikut 7 diantaranya.
 
 
1. Biaya Parkir
 
Parkir menjadi salah satu pengeluaran yang sering luput dari perhitungan, terutama jika kamu menggunakan mobil untuk bekerja atau sering bepergian ke pusat perbelanjaan, perkantoran, dan tempat wisata. Jika mobil digunakan setiap hari, biaya parkir yang terlihat kecil bisa terakumulasi menjadi cukup besar dalam sebulan.
 
Kamu bisa mulai menghitung rata-rata biaya parkir harian kemudian mengalikannya dengan jumlah hari penggunaan mobil. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui gambaran pengeluaran parkir dalam satu bulan dan memasukkannya ke anggaran kendaraan.
 
2. Biaya Bahan Bakar
 
Selain cicilan, bahan bakar menjadi pengeluaran yang akan terus muncul selama mobil digunakan. Besarnya biaya tentu bergantung pada jarak tempuh, kondisi lalu lintas, kapasitas mesin, hingga efisiensi bahan bakar kendaraan.
 
 
Sebelum membeli mobil, kamu bisa memperkirakan jarak tempuh harian atau bulanan dan mencocokkannya dengan konsumsi bahan bakar mobil yang dipilih. Perhitungan ini dapat membantu kamu mengetahui apakah biaya operasionalnya sesuai dengan anggaran yang tersedia.
 
3. Servis Berkala
 
Servis berkala merupakan pengeluaran yang perlu disiapkan meskipun mobil tidak mengalami kerusakan. Penggantian oli, filter, pemeriksaan komponen, dan pekerjaan perawatan lainnya perlu dilakukan mengikuti jadwal yang ditentukan pabrikan.
 
Biaya servis juga bisa berbeda tergantung jenis mobil, usia kendaraan, serta bengkel yang digunakan. Karena itu, jangan hanya menghitung biaya servis pertama ketika membeli mobil, tetapi siapkan pula anggaran untuk perawatan berikutnya.
 
4. Pajak Kendaraan
 
Pajak kendaraan merupakan kewajiban rutin yang perlu diperhitungkan sejak awal. Nominalnya dapat berbeda antara satu kendaraan dengan kendaraan lainnya, sehingga kamu sebaiknya mengecek besaran pajak mobil yang ingin dibeli sebelum menentukan anggaran.
 
Dengan mengetahui tanggal jatuh tempo dan perkiraan nominalnya, kamu bisa menyisihkan uang secara berkala. Cara ini membuat pembayaran pajak tidak terasa terlalu berat ketika waktunya tiba.
 
5. Asuransi
 
Asuransi juga menjadi biaya yang perlu dipertimbangkan, khususnya jika kamu ingin memberikan perlindungan tambahan terhadap mobil. Pilihan perlindungan dapat berbeda, misalnya berdasarkan jenis pertanggungan dan ketentuan polis.
 
Jangan hanya melihat besaran premi. Kamu juga perlu memahami cakupan perlindungan, risiko yang ditanggung, pengecualian, serta ketentuan klaim agar tidak salah memperkirakan manfaat yang akan diperoleh.
 
 
6. Penggantian Komponen yang Aus
 
Beberapa komponen mobil memiliki usia pakai dan pada waktunya perlu diganti meskipun kendaraan dirawat secara rutin. Ban, aki, kampas rem, wiper, dan beberapa komponen lainnya dapat menjadi pengeluaran tambahan setelah mobil digunakan dalam periode tertentu.
 
Waktu penggantiannya tidak selalu sama karena dipengaruhi pemakaian dan kondisi kendaraan. Karena itu, sebaiknya kamu memiliki dana cadangan khusus kendaraan sehingga penggantian komponen tidak mengganggu kebutuhan lainnya.
 
7. Biaya Perbaikan Tak Terduga
 
Pengeluaran terbesar justru bisa muncul ketika mobil mengalami kerusakan di luar jadwal perawatan. Masalah pada sistem pendingin, kelistrikan, transmisi, mesin, atau komponen lainnya dapat membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
 
Tidak ada yang bisa memastikan kapan kerusakan akan terjadi. Karena itu, selain menyiapkan dana untuk biaya rutin, kamu sebaiknya memiliki dana darurat khusus kendaraan. Dengan begitu, ketika muncul masalah mendadak, kamu tidak harus mengandalkan utang atau mengorbankan anggaran kebutuhan lain.
Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore