Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 September 2026 | 01.01 WIB

Tidak Ada Alasan yang Membenarkan Seorang Anak Pulang Sekolah Membawa Luka Fisik maupun Psikis

Kampus Sekolah Insan Cendekia Madani. (Istimewa) - Image

Kampus Sekolah Insan Cendekia Madani. (Istimewa)

JawaPos.com - Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) mendapat sorotan. Pasalnya di sekolah terhadap dua kasus yang cukup mendapat perhatian publik dan berpotensi menimbulkan trauma. Yaitu, oknum guru melakukan pelecehan dan siswa menjadi korban perundungan (bullying).

Atas dua kasus itu pihak sekolah mengklaim telah membuat tindakan tegas dengan menonaktifkan oknum guru yang diduga pelaku pelecehan. 

Ketua Dewan Pembina Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) Tamsil Linrung menyampaikan permohohan maaf dan mengklaim membuat tindakan tegas. Oknum guru sudah dinonaktifkan. Menurut dia, tidak ada alasan untuk membenarkan seorang anak pulang dari sekolah membawa luka fisik maupun psikis. Apalagi harus meninggalkan lingkungan belajar karena trauma.

"Saya sudah berkomunikasi langsung dengan orang tua korban perundungan, menyampaikan permohonan maaf dan dukungan moral. Kepada korban dugaan pelecehan dan keluarganya, kami memastikan pendampingan dan pemulihan diberikan sepenuhnya, serta proses keadilan dikawal sampai tuntas," kata Tamsil kepada wartawan pada Minggu (27/9).

Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang sedikit pun di ICM yang berbuat hingga mencederai keselamatan anak, dan akhlakul karimah. Pengelolaan sekolah berasrama memang tidak sederhana, tetapi kerumitan itu tidak boleh dijadikan alasan untuk berpaling dari tanggung jawab.

Terkait penanganan kasus perundungan, Dewan Pembina memastikan nilai-nilai yang menjadi fondasi ICM benar-benar ditegakkan oleh manajemen. Sebab, fungsi Dewan Pembina bukan mengelola operasional sekolah sehari-hari.

Adapun langkah yang dilakukan manajemen sekolah yakni telah melakukan pemeriksaan internal, memberikan sanksi kepada siswa dan pembina yang terkait, memfasilitasi pertemuan antar orang tua, serta melaporkan kejadian tersebut kepada Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Terkait dugaan pelecehan, Tamsil menegaskan sikap ICM yang mendukung penuh proses yang bergulir di ranah aparat penegak hukum. Pihaknya tidak melakukan intervensi apa pun.

Menanggapi informasi yang simpang siur di media sosial, termasuk spekulasi mengenai identitas dan latar belakang keluarga pihak-pihak tertentu, Tamsil menyatakan hal itu merupakan ranah privasi korban maupun yang diduga terlibat.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore