Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 14.47 WIB

13 % Pelajar Tangsel Alami Anemia, Pemkot Galakkan Tablet Tambah Darah

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (kanan) saat menggalakkan pemberian TTD untuk pelajar anemia di Tangsel (Istimewa). - Image

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (kanan) saat menggalakkan pemberian TTD untuk pelajar anemia di Tangsel (Istimewa).

JawaPos.com – Sekitar 13 persen dari 292 pelajar di Tangerang Selatan (Tangsel) terdeteksi mengalami anemia berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemerintah Kota Tangsel pun serentak memberikan Tablet Tambah Darah (TTD).

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan berdasarkan hasil CKG pada pelajar menemukan selain anemia ada tiga kondisi lainnya yang membuatnya prihatin."Jadi dari hasil cek kesehatan gratis kita temukan fakta bahwa anak-anak seusia mereka ini ada empat kondisi, bukan penyakit ya, risiko," ujarnya kepada wartawan pada Jumat (18/9).

Selain anemia, CKG juga menemukan masalah kesehatan gigi, seperti gigi berlubang, kecemasan atau stres ringan, serta penurunan ketajaman penglihatan. Benyamin menjelaskan, kecemasan ringan pada pelajar dapat berkaitan dengan berbagai persoalan sehari-hari, seperti kekhawatiran tugas sekolah tidak selesai, takut tidak naik kelas, atau dimarahi orang tua.

Sementara itu, penurunan ketajaman penglihatan salah satunya dapat berkaitan dengan kebiasaan menggunakan telepon seluler dalam jarak dekat. Kondisi tersebut dapat membuat pelajar kesulitan melihat tulisan di papan kelas dan berpotensi mengganggu proses belajar.

Sebagai tindak lanjut hasil CKG, Pemkot Tangsel menggelar gerakan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara serentak, terutama bagi remaja putri. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya mencegah anemia sejak usia sekolah."Kami harapkan mereka bisa melakukan secara mandiri ya, minum tablet tambah darah ini," kata Benyamin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan pencegahan anemia pada remaja putri penting dilakukan sebagai bagian dari persiapan kesehatan sebelum memasuki usia pernikahan dan kehamilan.

Menurutnya, anemia pada ibu hamil merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko stunting. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak masa remaja.

"Sebenarnya ini upaya kita dari dulu ya, bagaimana remaja ini tidak mengalami anemia. Sehingga, nanti dia bisa melahirkan juga generasi-generasi yang sehat gitu," jelas Allin.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore