Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 01.19 WIB

Warga Tanah Abang dan Forkopimko Deklarasi Berantas Tramadol: Bukan Budaya Kita

Masyarakat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Pusat, TNI, Polri, hingga unsur ormas menggelar deklarasi perang terhadap maraknya peredaran tramadol ilegal, Jumat (7/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Masyarakat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Pusat, TNI, Polri, hingga unsur ormas menggelar deklarasi perang terhadap maraknya peredaran tramadol ilegal, Jumat (7/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Warga Tanah Abang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Pusat, TNI, Polri, hingga unsur ormas menggelar deklarasi perang terhadap maraknya peredaran tramadol ilegal. Hal ini dilakukan lantaran peredaran obat keras bergolongan G ini dinilai semakin meresahkan di Tanah Abang.

Deklarasi diikuti oleh warga, ormas, Jakmania, Pramuka, para ulama Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana, serta jajaran Polsek dan Koramil Tanah Abang. Mereka memadati bantaran Kanal Banjir Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (7/8) siang.

Terdapat tujuh poin deklarasi sikap yang dibacakan oleh Ketua Umum Rumah Guyub Tenabang (RGT), Heru Nuryaman. Di hadapan massa, Heru membeberkan bahwa penjualan obat ilegal ini telah beroperasi hampir satu tahun terakhir dengan melibatkan warga lokal maupun pendatang.

Pihak warga sebenarnya tidak tinggal diam. Sebelum aksi massa ini digelar, warga sempat berinisiatif melakukan penggerebekan dan penangkapan secara mandiri. Namun, keterbatasan proses hukum membuat para pelaku kerap kembali beroperasi tanpa rasa jera.

"Sudah melakukan penangkapan, sudah melakukan penggerebekan, keluar lagi, keluar lagi, gitu loh. Jadi tidak ada tindak lanjut. Tindak lanjut untuk para penjual atau pengedar, tidak ada efek jera," ujar Heru di lokasi.

Ia pun menyampaikan pesan yang ditujukan langsung kepada jajaran pimpinan tinggi penegak hukum dan instansi pemerintah.

"Pesan terakhir kepada Bapak Kapolri, Bapak Panglima TNI, Bapak Kepala BNN, Bapak Gubernur DKI Jakarta, Bapak Kapolda, Bapak Pangdam Jaya, Bapak Kapolres, Bapak Dandim, Bapak Kapolsek, dan unsur penegak hukum: Jangan diam! Jadikan Indonesia Emas, jangan dibuat Indonesia menjadi cemas," kata Heru dalam deklarasinya.

Bukan Budaya Betawi, Warga Long March Keliling Pusat Perbelanjaan

Usai pembacaan deklarasi, massa melancarkan aksi long march mengelilingi kawasan pusat perbelanjaan Tanah Abang. Sepanjang jalan, orator bergantian mengecam peredaran obat keras yang dianggap telah menodai identitas wilayah tersebut.

Heru menegaskan, perilaku menyimpang ini sama sekali bukan bagian dari tradisi masyarakat Tanah Abang maupun warga Betawi secara umum.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore