
Masyarakat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Pusat, TNI, Polri, hingga unsur ormas menggelar deklarasi perang terhadap maraknya peredaran tramadol ilegal, Jumat (7/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Warga Tanah Abang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Pusat, TNI, Polri, hingga unsur ormas menggelar deklarasi perang terhadap maraknya peredaran tramadol ilegal. Hal ini dilakukan lantaran peredaran obat keras bergolongan G ini dinilai semakin meresahkan di Tanah Abang.
Deklarasi diikuti oleh warga, ormas, Jakmania, Pramuka, para ulama Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana, serta jajaran Polsek dan Koramil Tanah Abang. Mereka memadati bantaran Kanal Banjir Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (7/8) siang.
Terdapat tujuh poin deklarasi sikap yang dibacakan oleh Ketua Umum Rumah Guyub Tenabang (RGT), Heru Nuryaman. Di hadapan massa, Heru membeberkan bahwa penjualan obat ilegal ini telah beroperasi hampir satu tahun terakhir dengan melibatkan warga lokal maupun pendatang.
Pihak warga sebenarnya tidak tinggal diam. Sebelum aksi massa ini digelar, warga sempat berinisiatif melakukan penggerebekan dan penangkapan secara mandiri. Namun, keterbatasan proses hukum membuat para pelaku kerap kembali beroperasi tanpa rasa jera.
"Sudah melakukan penangkapan, sudah melakukan penggerebekan, keluar lagi, keluar lagi, gitu loh. Jadi tidak ada tindak lanjut. Tindak lanjut untuk para penjual atau pengedar, tidak ada efek jera," ujar Heru di lokasi.
Ia pun menyampaikan pesan yang ditujukan langsung kepada jajaran pimpinan tinggi penegak hukum dan instansi pemerintah.
"Pesan terakhir kepada Bapak Kapolri, Bapak Panglima TNI, Bapak Kepala BNN, Bapak Gubernur DKI Jakarta, Bapak Kapolda, Bapak Pangdam Jaya, Bapak Kapolres, Bapak Dandim, Bapak Kapolsek, dan unsur penegak hukum: Jangan diam! Jadikan Indonesia Emas, jangan dibuat Indonesia menjadi cemas," kata Heru dalam deklarasinya.
Bukan Budaya Betawi, Warga Long March Keliling Pusat Perbelanjaan
Usai pembacaan deklarasi, massa melancarkan aksi long march mengelilingi kawasan pusat perbelanjaan Tanah Abang. Sepanjang jalan, orator bergantian mengecam peredaran obat keras yang dianggap telah menodai identitas wilayah tersebut.
Heru menegaskan, perilaku menyimpang ini sama sekali bukan bagian dari tradisi masyarakat Tanah Abang maupun warga Betawi secara umum.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022