Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Agustus 2026 | 23.37 WIB

Macet Parah di Jakarta Timur, Pekerjaan Jalan Raya Bekasi dan Ciracas Rampung Bulan Depan

Proyek perbaikan jalan sebabkan kemacetan panjang di Jalan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ujung Menteng, Kecamatan Seberida, Jakarta Timur. (Istimewa) - Image

Proyek perbaikan jalan sebabkan kemacetan panjang di Jalan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ujung Menteng, Kecamatan Seberida, Jakarta Timur. (Istimewa)

JawaPos.com - Para pengguna jalan yang kerap melintasi wilayah Jakarta Timur diimbau untuk mengantisipasi potensi kemacetan panjang pada pagi dan sore hari. Kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas utama memuncak seiring berlangsungnya proyek peningkatan infrastruktur jalan dan penataan aliran air yang bertepatan dengan tingginya volume kendaraan.

Untuk menjaga arus kendaraan tetap bergerak, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur menerjunkan personel di lapangan guna melakukan pengaturan lalu lintas serta mengurai titik-titik penyempitan jalur.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Harlem Simanjuntak menuturkan, penempatan petugas ini dilakukan hasil koordinasi bersama instansi terkait dan pihak pelaksana proyek.

"Kepadatan lalu lintas yang terjadi di beberapa titik di Jakarta Timur dipengaruhi oleh tingginya volume kendaraan yang bertepatan dengan pelaksanaan pekerjaan infrastruktur. Bersama instansi terkait, kami terus melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan dan berkoordinasi dengan pelaksana pekerjaan agar dampak terhadap mobilitas masyarakat dapat diminimalkan," ujar Harlem, Selasa (4/8).

Pengecoran Jalan Bekasi Raya Bikin Kapasitas Jalur Menyempit

Salah satu titik utama penyumbang kemacetan berada di Jalan Raya Bekasi/Jalan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, khususnya pada ruas dari Simpang Jalan Raya Pulogebang menuju arah Bekasi.

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mengerjakan dua paket peningkatan jalan di ruas setelah Pertigaan Pulogebang hingga jembatan sebelum kawasan Harapan Indah, Bekasi. Proyek ini ditargetkan rampung pada 22–23 Agustus 2026.

Harlem menjelaskan, pengerjaan proyek membutuhkan masa pengerasan beton (curing) sehingga badan jalan tidak bisa langsung diakses kendaraan secara penuh.

"Pengecoran jalan dilakukan pada malam hari, sedangkan ruas yang telah dicor masih harus melalui proses pengerasan (curing) sehingga untuk sementara belum dapat dilalui kendaraan. Kondisi ini menyebabkan kapasitas jalan berkurang dan berdampak pada kepadatan lalu lintas," jelas Harlem.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Sudinhub Jakarta Timur bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan kontraktor, termasuk mengatur jam operasional truk mixer dan keluar-masuk kendaraan berat.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore