
Suasana gerbong KRL Commuter Line rute Tanah Abang-Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - PT KAI Commuter bergerak cepat melakukan langkah preventif guna memastikan perjalanan KRL Jabodetabek tetap aman di tengah cuaca ekstrem. Belajar dari gangguan serius akibat sambaran petir dan genangan air di lintas Green Line baru-baru ini, mitigasi bencana kini menjadi prioritas utama.
Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko operasional yang dapat merugikan ratusan ribu pengguna setiap harinya. KAI Commuter memastikan pengawasan di titik-titik rawan kini semakin diperketat.
Manager Public Relations KAI Commuter,l Leza Arlan menuturkan, pihaknya tidak bekerja sendiri. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memantau potensi gangguan alam yang bisa datang sewaktu-waktu.
"Kita sudah bekerja sama dengan BMKG dan dinas terkait untuk mitigasi bencana di Jabodetabek dan terdapat petugas yang disiagakan untuk tindakan preventif dan pengawasan daerah rawan bencana," ujar Leza Arlan kepada JawaPos.com, Rabu (6/5).
Penyiagaan petugas di lapangan bertujuan agar tindakan darurat bisa segera diambil begitu tanda-tanda gangguan teknis akibat cuaca muncul, baik itu sambaran petir pada Listrik Aliran Atas (LAA) maupun genangan air di atas rel.
Solusi Kepadatan Penumpang di Jam Sibuk
Selain faktor cuaca, tantangan besar lainnya adalah volume pengguna yang sangat tinggi, terutama di rute gemuk seperti Bogor Line yang mencapai lebih dari 38 juta pengguna pada awal tahun 2026.
Untuk mengatasi penumpukan di jam sibuk pagi dan sore hari, KAI Commuter saat ini mengoptimalkan frekuensi perjalanan yang ada. Pengguna diminta menyesuaikan perjalanan agar tidak mengalami penumpukan penumpang.
"Saat ini perjalanan commuter line sebanyak 1.065 perjalanan, pengguna dapat menyesuaikan jam perjalanan dengan melihat aplikasi C-Access untuk kepadatan stasiun," tambah Leza.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
