Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Mei 2026 | 04.08 WIB

Nasib Keluarga Korban Kecelakaan KRL Bekasi: Terima Santunan Rp 283 Juta dan Bantuan Pendidikan

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (20/4). - Image

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (20/4).

JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi. Penyerahan santunan dilakukan langsung di Balai Kota Jakarta, Rabu (29/4).

Dua sosok yang menerima penghormatan tersebut adalah almarhumah Nur Laila, seorang guru ASN Pemprov DKI, dan almarhumah Nuryati, kader jumantik yang berdedikasi di Kelurahan Harapan Mulya.

Kehilangan dua sosok ini meninggalkan duka mendalam bagi jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Nur Laila dan Nuryati dikenal sebagai garda terdepan dalam melayani masyarakat, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan lingkungan.

Wagub Rano Karno menegaskan, kontribusi kedua almarhumah sangat berarti bagi kota Jakarta. Nur Laila telah lama mengabdikan diri sebagai pendidik, sementara Nuryati aktif memastikan lingkungan warga aman dari penyakit melalui perannya sebagai kader jumantik.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhumah Nur Laila dan almarhumah Nuryati. Peristiwa ini meninggalkan duka, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kita semua,” ujarnya.

Rincian Santunan dan Jaminan Kematian

Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemprov DKI Jakarta menggandeng berbagai instansi untuk mencairkan santunan jaminan kecelakaan kerja dan asuransi kematian. Total dana yang diserahkan mencapai ratusan juta rupiah untuk membantu meringankan beban finansial keluarga yang ditinggalkan.

Keluarga almarhumah Nur Laila menerima santunan dari PT Taspen sebesar kurang lebih Rp283 juta. Sementara itu, keluarga almarhumah Nuryati menerima total Rp62 juta, yang berasal dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp42 juta dan bantuan Baznas (Bazis) DKI Jakarta senilai Rp20 juta.

"Bantuan ini tidak dapat menggantikan kehilangan. Namun, kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masa duka," ungkap Wagub Rano.

Tak berhenti pada santunan tunai, Wagub Rano juga memberikan sinyal kuat mengenai keberlanjutan masa depan anak-anak korban yang masih bersekolah. Pemprov DKI tengah mengkaji pemberian beasiswa atau bantuan pendidikan melalui Dinas Pendidikan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore