
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya. (Istimewa)
JawaPos.com - Insiden kebakaran yang terjadi di Tower C Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (30/4) sempat memicu kepanikan. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya menuturkan, api sama sekali tidak menyentuh unit hunian warga. Hal ini sekaligus menepis kabar simpang siur yang beredar di media sosial.
Twedi mengklarifikasi foto-foto viral yang memperlihatkan seolah-olah ada jendela unit yang hangus terbakar. Menurutnya, visual tersebut tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
"Perlu kami sampaikan bahwa tidak ada api yang langsung menyentuh unit hunian. Kami menegaskan karena di media sosial beredar foto yang menggambarkan seolah-olah unit terbakar dan jendela hangus. Kami tegaskan, tidak ada satu pun unit yang terdampak langsung oleh api," ujar Twedi di lokasi, Kamis (30/4).
Pemicu Utama: Masalah Listrik di Basement
Berdasarkan hasil investigasi awal, titik api bukan berasal dari area tempat tinggal, melainkan dari bagian bawah gedung. Korsleting pada panel listrik menjadi pemicu utama munculnya kepulan asap.
"Kami menerima informasi awal dari petugas sekuriti setempat bahwa sumber api berasal dari panel listrik di basement. Api tersebut dapat segera dipadamkan. Namun, asap sudah terlanjur mengepul dan masuk ke rongga jalur kabel, sehingga merambat ke ruangan di lantai-lantai atas dan unit-unit," jelas Twedi.
Lantaran karakteristik lorong apartemen yang tertutup, asap tebal terperangkap dan naik dengan cepat melalui jalur kabel hingga mencapai lantai tertinggi.
Meskipun api cepat dipadamkan, pekatnya asap sempat menyelimuti gedung hingga lantai 33. Kondisi ini membuat sejumlah penghuni mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap di tangga darurat.
"Terdapat beberapa penghuni yang mengalami sesak napas dan telah dirujuk ke rumah sakit oleh PMI dan petugas kesehatan. Sekitar 20 orang telah dibawa ke sejumlah rumah sakit, antara lain RS Royal Taruma, RS Pelni, RS Siloam Kebon Jeruk, dan RS Tarakan," ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, tercatat 89 orang berhasil dievakuasi dengan selamat. "Sebagian dari mereka memilih tidak turun karena kondisi di unit dinilai sudah aman dan udara cukup bersih. Selain itu, lift tidak dapat digunakan, sehingga akses evakuasi hanya melalui tangga darurat," tambahnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
