
Basarnas berkonsentrasi penuh melakukan pemotongan badan gerbong kereta untuk mengevakuasi sejumlah penumpang KRL yang masih terjepit. (ANTARA)
JawaPos.com - Tim SAR Gabungan terus berusaha mengevakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Sejak Senin malam (27/4) sampai Selasa dini hari (28/4), mereka berjibaku untuk mengeluarkan korban dari dalam gerbong KRL yang tertabrak oleh lokomotif kereta jarak jauh.
Humas Kantor SAR Jakarta Ramli Prasetio menyampaikan bahwa 1 korban meninggal dunia berhasil dievakuasi pada pukul 02.42 WIB. Kemudian pada pukul 04.17 WIB, seorang korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan langsung dibawa ke RSUD Kota Bekasi.
”Pada Selasa, 28 April 2024, Pukul 04.17 WIB personil Basarnas bersama unsur SAR gabungan berhasil evakuasi 1 korban dalam keadaan selamat atas nama Nurul, berusia 26 tahun, jenis kelamin perempuan dan langsung dibawa ke RSUD Kota Bekasi,” terang dia.
Sebelumnya, proses evakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin malam (27/4) masih terus berjalan. Sampai Selasa dini hari (28/4), Tim SAR Gabungan berusaha mengevakuasi para korban. Berdasar dokumen video dari Kantor SAR Jakarta, masih ada beberapa korban terhimpit gerbong, termasuk seorang perempuan yang tampak dalam keadaan selamat.
Dari rekaman video tersebut, tampak korban mendapat bantuan oksigen dari petugas yang berusaha mengevakuasi korban. Sebagaimana telah disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, sejumlah korban masih terjepit di dalam kereta yang bertabrakan. Untuk mengevakuasi para korban, Basarnas memutuskan memotong gerbong kereta.
”Personel saat ini sedang melakukan upaya pemotongan terhadap badan kereta api bagian luar agar korban yang terhimpit bisa dievakuasi,” ucap Ramli.
Kecelakaan kereta yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB tersebut melibatkan KRL Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo. Akibatnya, sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan beberapa korban dilaporkan terhimpit di dalam gerbong akibat benturan keras. Tidak hanya itu, sebanyak 3 korban dinyatakan meninggal dunia.
Untuk membantu proses evakuasi, Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, serta tim khusus Basarnas Special Group (BSG) mengerahkan 30 personel. Tim SAR Gabungan saat ini masih terus mengupayakan evakuasi korban yang terhimpit dengan menggunakan peralatan ekstrikasi guna mengeluarkan korban dari material kereta yang sudah ringsek.
”Tim SAR gabungan saat ini fokus pada upaya evakuasi korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta. Kami menggunakan peralatan ekstrikasi untuk memastikan proses penyelamatan berjalan cepat namun tetap memperhatikan keselamatan korban dan petugas,” ucap Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari.
Desiana memastikan, seluruh personel dikerahkan secara maksimal untuk mempercepat proses penyelamatan. Dia menambahkan bahwa koordinasi dengan unsur terkait terus dilakukan guna mempercepat penanganan di lokasi kejadian. Prioritas Tim SAR Gabungan saat ini adalah mengevakuasi korban dalam keadaan selamat.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
