
Ilustrasi layanan publik. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bakal meresmikan pusat layanan digital terpadu berbasis chat first AI pada 30 April mendatang.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot Tangsel akan mengandalkan Tangsel ONE atau Tangerang Selatan One System.
Menurut Kepala Diskominfo Tangsel TB Asep Nurdin, inovasi tersebut hadir untuk menjawab tantangan akses informasi dan layanan publik melalui sistem yang lebih efisien dan terhubung.
Dengan Tangsel ONE, warga Tangsel bisa mengakses berbagai layanan publik melalui handphone.
Asep menyampaikan bahwa Tangsel ONE merupakan langkah nyata menuju transformasi digital pemerintahan kota yang lebih cerdas, transparan, dan responsif.
Dia yakin platform tersebut bisa memangkas hambatan birokrasi melalui teknologi AI agentic.
Seiring dengan meningkatnya aktivitas, muncul tantangan baru mengenai bagaimana informasi dan kebutuhan warga bisa diakses dengan cepat, mudah, dan terhubung dalam satu sistem yang efisien.
”Tangsel ONE lahir untuk menjawab tantangan itu sebagai pusat layanan digital terpadu,” kata Asep dalam keterangan resmi pada Sabtu (28/3).
Lewat platform tersebut, warga Tangsel bisa mengurus berbagai keperluan publik, seperti perizinan dan aduan.
Caranya juga mudah. Cukup melalui interaksi di aplikasi WhatsApp tanpa perlu kontak fisik.
Tidak hanya soal birokrasi, Tangsel ONE juga menjadi panduan gaya hidup digital bagi warga maupun pendatang di Tangsel.
”Bagi kami, smart city bukan sekadar soal teknologi atau digitalisasi semata. Ini tentang manusia, tentang warga Kota Tangerang Selatan yang berhak mendapatkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan benar-benar memudahkan hidup mereka,” imbuhnya.
Dengan mengandalkan teknologi, lanjut Asep, Pemkot Tangsel berusaha memastikan layanan pemerintah hadir lebih responsif dan lebih peduli pada kebutuhan masyarakat.
