
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban meninggal dunia di lokasi longsor gunungan sampah TPST Bantargebang, Bekasi, Jabar. (Basarnas)
JawaPos.com - Longsornya gunung sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang menyisakan duka mendalam. Sebanyak 13 oramg menjadi korban. 7 orang diantaranya meninggal dunia dan 6 korban luka.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) memberikan kritik tajam atas peristiwa ini. Mereka menilai Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemprov DKI Jakarta gagal dalam mengimplementasikan kebijakan pengelolaan sampah yang aman.
Tragedi ini dianggap sebagai konsekuensi dari model "kumpul, angkut, buang" yang masih dipertahankan hingga saat ini. Akibatnya, sampah menumpuk tanpa pengolahan hingga membentuk lereng yang sangat rawan longsor, terutama di musim penghujan.
Peristiwa ini hanya mengulang luka lama yang seharusnya sudah menjadi pelajaran penting bagi negara. Peristiwa longsor sampah besar pernah terjadi di TPA Leuwigajah yang menewaskan ratusan orang.
Namun lebih dari dua dekade kemudian, pendekatan pengelolaan sampah nasional masih bertumpu pada penumpukan di tempat pembuangan akhir yang terus meninggi dan semakin berbahaya.
"Sebelumnya TPA Cipayung juga telah longsor. Jika dihitung selama musim penghujan ini telah terjadi 3-5 kejadian longsor dalam kurun waktu 6 bulan saja," ujar Wahyu Eka Styawan, Pengkampanye Urban Berkeadilan WALHI dikutip Rabu (11/3).
Krisis Lahan dan Darurat Open Dumping
Kondisi Bantargebang hanyalah puncak gunung es dari krisis sampah nasional. Data menunjukkan bahwa sekitar 343 dari 550 TPA di Indonesia kini berstatus open dumping atau hanya sekadar pembuangan terbuka yang sudah melampaui kapasitas (overcapacity).
Wahyu menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam fase darurat gunungan sampah. Selama fokus pemerintah hanya pada hilir (TPA), bencana ekologis serupa akan terus berulang di kota-kota lain.
"Krisis di TPA Bantargebang juga menjadi contoh nyata bagaimana krisis sampah hanya dipindahkan dari satu wilayah ke wilayah lain. Kegagalan pengelolaan sampah di Jakarta dilimpahkan ke Bekasi, sementara penutupan TPA Cipeucang di Tangerang Selatan mendorong daerah tersebut mencari lokasi pembuangan baru hingga ke Serang dan Bogor," tegas Wahyu.
Solusi: Transformasi dari Sumber
WALHI mendesak pemerintah untuk segera melakukan perubahan total. Solusi utamanya bukan mencari lahan TPA baru, melainkan mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah dengan fokus pada pengurangan dari sumbernya.
Beberapa langkah krusial yang didorong antara lain:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022