Sejumlah tiang monorel yang digunakan sebagai vertikal garden di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (24/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan segera mengambil langkah tegas terkait keberadaan tiang monorel yang mangkrak belasan tahun di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Langkah ini diambil lantaran PT Adhi Karya tak kunjung bergerak melakukan pembongkaran mandiri.
Keputusan ini diambil demi estetika dan kenyamanan mobilitas warga Jakarta. Pramono menegaskan bahwa Dinas Bina Marga akan menjadi garda terdepan dalam proses "pembersihan" sisa proyek yang terbengkalai sejak era 2000-an tersebut.
Pramono mengaku sudah memberikan waktu yang cukup bagi PT Adhi Karya (Persero) untuk membongkar tiang-tiang beton tersebut. Surat permohonan pembongkaran sebenarnya telah dikirimkan sejak November 2025 lalu.
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, belum ada pergerakan dari pihak BUMN tersebut.
"Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri. Nanti akan kami taruh di mana tempat yang dibongkar, tentunya menjadi kewenangan Jakarta sepenuhnya," ujar Pramono saat ditemui di Pasar Kobongan, Jakarta Pusat, Selasa (6/1).
Jadwal Eksekusi: Pekan Ketiga Januari 2026
Tak ingin menunggu lebih lama, Pramono memastikan alat berat akan mulai bekerja pada pekan ketiga bulan ini. Ia juga menekankan bahwa proses pembersihan ini merupakan wewenang penuh Pemprov DKI.
"Tiang monorel yang melakukan adalah Pemerintah DKI Jakarta, Dinas Bina Marga," tegas Pramono.
Ia membocorkan jadwal pasti dimulainya proyek ini, yakni sekitar hari Selasa atau Rabu mendatang. Pramono juga menjamin kenyamanan pengguna jalan selama proses berlangsung.
Mengingat Jalan Rasuna Said adalah urat nadi transportasi Jakarta yang sangat padat, Pemprov DKI menjamin tidak akan ada penutupan jalan selama proses pembongkaran tiang monorel.
"Akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan. Untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan. Jadi yang dibongkar tetap dilakukan, dengan pengalaman yang ada, Bina Marga berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran, tidak dilakukan penutupan," tutur Pramono.
Sejarah Kelam Proyek Monorel Jakarta
Tiang-tiang yang berdiri di Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika ini merupakan "saksi bisu" kegagalan proyek monorel yang dimulai sejak tahun 2004 di era Gubernur Sutiyoso. Proyek ini sempat terhenti di masa Gubernur Fauzi Bowo karena kendala finansial, hingga akhirnya kontrak diputus total oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2014.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
