
Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Jakarta Pusat Wahyu Trah Utomo menyerahkan remisi hari Natal 2025 kepada warga binaan, Kamis (25/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sebanyak 81 narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat mendapatkan remisi tepat di hari Natal 2025. Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Jakarta Pusat Wahyu Trah Utomo menjelaskan, pemberian remisi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan penghargaan bagi mereka yang benar-benar menunjukkan niat untuk berbenah diri.
Dari total penerima, mayoritas mendapatkan Remisi Khusus I (RK 1) atau pengurangan masa hukuman sebagian. Sementara satu orang dinyatakan langsung bisa menghirup udara bebas atau Remisi Khusus II (RK II).
"Kami menyerahkan remisi khusus Natal bagi rekan-rekan kami narapidana yang beragama Kristen yang sejumlah 81 orang yang mendapatkan remisi. Dimana terbagi menjadi dua, 80 orang itu mendapatkan RK1, kemudian 1 orang mendapatkan RK II," ujar Wahyu Trah Utomo, Kamis (25/12).
Tidak semua warga binaan bisa mendapatkan potongan masa tahanan ini. Wahyu menegaskan ada kriteria ketat yang harus dipenuhi oleh para narapidana jika ingin mendapatkan hak remisi mereka.
"Yang paling penting adalah berkelakuan baik dan yang kedua aktif mengikuti program pembinaan. Jadi pemulihan persaratan ini yang paling mutlak harus dipenuhi dalam pemberian remisi," tegasnya.
Mayoritas penerima remisi kali ini berasal dari kasus narkoba, mengingat hampir 70% penghuni Rutan Jakarta Pusat terjerat kasus tersebut. Sebelum menerima remisi, mereka telah melewati serangkaian program pembinaan agar tidak lagi terjebak penggunaan obat terlarang.
"Mereka sudah aktif mengikuti program rehab dan mengikuti program pembinaan di gereja. Jadi insyaallah mereka siap untuk menerima remisi dan bisa kembali dengan masyarakat dalam keadaan yang baik," tambah Wahyu.
Para narapidana telah dibekali berbagai keterampilan agar siap berbaur kembali dengan masyarakat. Program tersebut mencakup pembinaan kepribadian hingga kemandirian.
"Tentunya ada pembinaan kepribadian dan kemandirian yang bisa kami berikan di rutan kelas 1 Jakarta Pusat. Pembinaan keperibadian yaitu salah satunya yaitu kejar paket ada juga di kerohanian kristiani bagi mereka yang beragama kristen," jelas Wahyu.
Bagi narapidana yang belum mendapatkan remisi tahun ini, Wahyu memberikan peringatan keras untuk tetap patuh pada aturan. Pelanggaran disiplin sekecil apa pun bisa berakibat fatal pada hak-hak mereka.
"Tentunya tetap harus menjaga, mengikuti aturan tata-tata tertib yang ada. Karena bagi mereka yang melanggar otomatis ada hukuman disiplin yang diberikan berupa register F kalau udah dapet register F itu hak mereka dalam waktu 6 bulan itu gak akan diberikan," imbuhnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
