JawaPos.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi DKI Jakarta, akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV pada Senin (22/12). Musda kali ini diagendakan untuk memilih Ketua DPD Hanura Jakarta periode 2025–2030, dan merumuskan program-program strategis partai.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Hanura Jakarta, Patrice Rio Capella mengatakan, pendaftaran bakal calon Ketua DPD Hanura Jakarta periode 2025-2030 dibuka mulai hari ini, Kamis (11/12). Semua kader Hanura maupun tokoh nonkader diberpolehkan mendaftar.
"Setelah nama-nama bakal calon Ketua DPD Hanura Jakarta terkumpul, kami akan menyerahkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura, untuk dipilih langsung. Mekanismenya (pemilihan Ketua DPD Hanura) seperti itu, panitia membuka pendataran, terbuka bagi siapapun, tapi yang menentukan adalah DPP," ujar Rio.
Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Hanura itu mengajak siapapun untuk segera mendaftar. Dengan catatan memiliki visi misi yang sama dalam membangun Jakarta.
"Tagline Partai Hanura, 'Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera'. Jadi, seluruh kader, utamannya para calon pemimpin Hanura di daerah, harus fokus, serta memiliki visi dan misi dalam membangun dan memajukan daerah," imbuhnya.
Lebih lanjut, Rio meyakini, Musda IV Hanura Jakarta akan menjadi momentum untuk mengembalikan kebesaran dan kejayaan partai. Sebab, pihaknya membuka ruang kepada tokoh dari berbagai kalangan, untuk berjuang bersama Hanura.
"Ini (Musda) akan menjadi starting kebangkitan Partai Hanura di DKI Jakarta. Kami pernah memiliki capaian signifikan di DKI, memiliki sekitar 10 persen dari jumlah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta," jelasnya.
Rio menekankan, perbaikan kepengurusan partai merupakan langkah menghadapi Pemilu 2029. Hanura menargetkan, pemilu mendatang bisa membangkitkan kejayaan partai.
"Target kami, akhir tahun 2026, seluruh PAC se-DKI Jakarta telah terbentuk, dan siap bekerja untuk memenangkan Partai Hanura," tegasnya.
Selain itu, Hanura tengah bersiap untuk menghadapi tahapan verifikasi faktual partai politik peserta Pemilu 2029, yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Ini saatnya memperbaiki internal, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pemilu," tandasnya.