
Whoosh melintas saat hujan deras. (istimewa)
JawaPos.com - Musim hujan yang diperkirakan berlangsung intens pada penghujung tahun tidak menjadi hambatan bagi operasional kereta cepat Whoosh. PT KCIC telah mempersiapkan sistem keselamatan berbasis teknologi tinggi sejak awal layanan, yang memastikan perjalanan tetap berjalan lancar dan aman meskipun cuaca memburuk.
Sistem ini bekerja dengan memantau kondisi cuaca dan lintasan secara real-time, dengan rainfall alarm sebagai komponen penting dalam pengendalian perjalanan saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menjelaskan KCIC mengoperasikan 12 sensor curah hujan yang tersebar merata mulai dari Stasiun Halim hingga Stasiun Karawang. Setiap sensor mengukur debit hujan setiap jam dan mengirimkan data secara otomatis ke pusat kendali operasi.
"Jika sensor mencatat curah hujan yang mencapai nilai tertentu, alarm akan aktif dan sistem langsung memberikan instruksi pengamanan," ujar Eva, Minggu (7/12).
Mekanisme pengendalian kecepatan dilakukan secara bertingkat: ketika intensitas hujan menyentuh sekitar 25 mm per jam, petugas operasi meningkatkan pengawasan terhadap lintasan. Apabila hujan meningkat hingga 60 mm per jam, sistem secara otomatis membatasi kecepatan kereta menjadi 120 km/jam.
Pada kondisi hujan lebat dengan debit 80 mm per jam, kecepatan akan ditekan lebih jauh hingga 45 km/jam — langkah yang diperlukan karena hujan deras dapat mempengaruhi jarak pandang masinis dan membawa benda asing ke area jalur. "Seluruh data dari sensor terhubung dengan Centralized Traffic Control (CTC) yang menetapkan batas kecepatan secara otomatis, " ujarnya.
Eva menyebut ketika satu sensor mengeluarkan alarm, pembatasan kecepatan diterapkan pada area di antara sensor tersebut dan sensor terdekat berikutnya di kedua arah jalur. Selain itu, sistem Automatic Train Protection (ATP) akan aktif dan menghentikan kereta secara otomatis jika batas kecepatan terlampaui, menjamin keselamatan penumpang dan kereta.
Kecepatan hanya dapat dinaikkan kembali secara bertahap ketika curah hujan turun dan debitnya mencapai 20 mm per jam atau lebih rendah selama periode tertentu. Peningkatan ini dilakukan setelah petugas prasarana melakukan pengawasan dan pemeriksaan lapangan untuk memastikan lintasan aman, serta setelah sistem mengeluarkan notifikasi penormalan.
Eva menegaskan bahwa seluruh prosedur ini merupakan bagian dari sistem keselamatan canggih yang telah ada sejak awal operasional Whoosh. "Seluruh perangkat, sensor, dan sistem pengendali otomatis ini bekerja bersama untuk menjaga keselamatan penumpang. Dengan teknologi ini, Whoosh dapat tetap beroperasi secara aman dan terkendali meskipun cuaca berubah-ubah," tutupnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
