
Pernyataan perusahaan terkait pemecatan Anita usai kasus tumbler tertinggal di KRL Commuter Line viral di media sosial. (Instagram @daidanutama)
JawaPos.com - Kasus viral hilangnya Tumbler Tuku di KRL yang melibatkan petugas front liner KAI Commuter (KCI) terus bergulir. Pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian, Joni Martinus, angkat bicara.
Ia menyarankan agar KCI dan penumpang terkait mencari win-win solusi. Penelusuran mendalam juga wajib dilakukan untuk memastikan kejadian yang sebenarnya.
Salah satu poin penting yang disorot adalah nasib petugas yang dituding, Argi. Isu pemecatan sempat ramai beredar, namun Joni Martinus menyambut baik dan mendukung sikap KAI Commuter yang tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap petugasnya.
Joni Martinus mengingatkan bahwa segala keputusan harus mengacu pada regulasi ketenagakerjaan yang berlaku, yang mencakup hak dan kewajiban pekerja. Segala bentuk penghentian kerja harus sesuai UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
"Hingga PP Nomor 35 Tahun 2021 yang mengatur tentang perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), alih daya, waktu kerja, waktu istirahat, dan pemutusan hubungan kerja (PHK)," ujarnya, Kamis (27/11).
Agar kasus serupa tidak terulang, Joni menyarankan KCI berkolaborasi dengan mitra pengelola untuk meningkatkan pembinaan kepada front liner. Tujuannya adalah memastikan semua tugas kedinasan dijalankan sesuai SOP demi pelayanan terbaik.
Di sisi lain, Joni Martinus juga menegaskan kembali bahwa barang bawaan sepenuhnya adalah tanggung jawab penumpang.
"Seluruh penumpang supaya benar-benar menjaga dan memperhatikan barang bawaannya dengan baik demi kenyamanan bersama," tegasnya.
Insiden ini bermula dari unggahan utas di Threads oleh Anita. Ia mengaku ketinggalan cooler bag berisi tumbler Tuku warna biru saat turun di Stasiun Rawa Buntu.
Awalnya, tas tersebut sempat ditemukan dan didokumentasikan oleh petugas. Namun, saat diambil keesokan harinya di Stasiun Rangkasbitung, tumbler sudah hilang dan hanya tersisa cooler bag saja.
Petugas keamanan yang dituding, Argi, memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp kepada suami Anita. Argi menjelaskan bahwa ia menerima tas dari petugas sebelumnya saat stasiun ramai, sehingga tidak sempat memeriksa isinya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Argi bahkan menawarkan solusi penggantian kerugian. "Apakah kebijakan saya kepada bapak untuk siap mengganti Tumbler yang hilang masih kurang?," kata Argi.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, telah memastikan bahwa tidak ada PHK terhadap petugas bernama Argi. "Pihak mitra masih melakukan evaluasi internal untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi," jelas Karina, Kamis (27/11).
Ia menambahkan, KAI Commuter saat ini sedang melakukan penelusuran mendalam dan berkoordinasi dengan pihak mitra pengelola petugas front liner untuk menjalankan prosedur kepegawaian yang ketat.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
