Suasana kepadatan penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakara Pusat. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sebuah kasus hilangnya tumbler Tuku di KRL kembali memicu kegaduhan di media sosial. Seorang ibu bernama Anita mengaku kehilangan cooler bag berisi tumbler saat pulang kerja menggunakan KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung.
Unggahannya di Threads langsung viral dan berbuntut panjang hingga membuat seorang petugas keamanan KAI, Argi, kehilangan pekerjaan.
Hilang Saat Turun di Stasiun Rawa Buntu
Dalam utas di akun Threads @anitadwdl, Anita menceritakan bahwa ia baru sadar tas cooler bag miliknya tertinggal ketika turun di Stasiun Rawa Buntu. Setelah melapor, petugas keamanan KAI sempat menemukan dan mendokumentasikan tas tersebut. Saat itu, isi di dalamnya masih lengkap, termasuk tumbler Tuku berwarna biru seharga Rp 300 ribu.
Keesokan harinya, Anita mengambil tas itu di Stasiun Rangkasbitung. Namun ia terkejut karena tumbler tersebut sudah tidak ada lagi.
"TUMBLER TUKU-ku GONE ATAS KE-TIDAK TANGGUNG JAWAB PETUGAS PT KAI @commuterline," tulis Anita.
Klarifikasi Argi: "Tas Terasa Ringan Saat Saya Terima"
Di tengah viralnya kasus ini, petugas keamanan KAI bernama Argi memberi klarifikasi. Ia pun memposting sejumlah tangkapan layar pesan WhatsApp kepada suami Anita.
Argi menjelaskan, tas tersebut diberikan oleh petugas sebelumnya ketika kondisi stasiun sedang ramai, sehingga ia tidak sempat memeriksa isinya dan langsung menyimpannya di lemari penyimpanan.
Argi menyebut tas itu memang terasa ringan saat diterima. Mengetahui ada barang yang hilang, ia bahkan menawarkan mengganti tumbler tersebut sebagai bentuk tanggung jawab.
Namun Anita dan suaminya tidak menerima tawaran itu dan langsung melanjutkan perjalanan.
Ia juga memperlihatkan bukti percakapan, termasuk pesan terakhirnya yang tidak dibalas. Dalam pesan itu, Argi mengaku terancam dipecat karena unggahan viral tersebut.
"Assalamualaikum pak. Sekarang pekerjaan saya di ujung tanduk (diberhentikan) karena bapak/istri bapak posting di salah satu media sosial," katanya.
"Demi Allah pak bukan saya yang ambil tumbler tersebut… Dampaknya sangat besar pak. Saya hanya seorang petugas pelayanan pak di kai. Bapak sudah menghilangkan satu satunya sumber pendapatan saya. Apakah kebijakan saya kepada bapak untuk siap menggannti Tumbler yang hilang masih kurang?" sambungnya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
