
ilustrasi penculikan .(Antara/Sutherstock via Jawa Pos )
JawaPos.com - Setelah hilang sejak Maret lalu, Alvaro Kiano Nugroho ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Arum, ibunda bocah berusia 6 tahun itu syok mendapati fakta bahwa putranya diculik dan dibunuh oleh Alex Iskandar, suaminya sendiri.
Tidak banyak kata yang keluar dari mulutnya saat tiba di rumah duka pada Senin malam (24/11). ”Nggak (menyangka) sama sekali (Alvaro diculik dan dibunuh). Belum bisa banyak jawab,” kata Arum lirih.
Sejak menyadari Alvaro tidak kunjung pulang. Arum langsung berinisiatif mencari putranya. Dia berusaha mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lingkungan tempat tinggal yang berada di bilangan Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel).
Meski demikian, Alvaro tidak kunjung ditemukan. Dia akhirnya membuat laporan kepolisian ke Polsek Pesanggrahan.
Sejak saat itu, pencarian dilakukan bersama-sama aparat kepolisian. Berbagai upaya dilakukan, termasuk mendatangi beberapa lokasi yang disebut-sebut sempat disinggahi Alvaro.
Tidak hanya di Jakarta, pencarian berlangsung sampai daerah lain. Polsek Pesanggrahan juga sudah menyebarkan informasi dan ciri-ciri Alvaro. Sayangnya, pencarian baru berbuah hasil beberapa hari belakangan.
”Terima kasih untuk Polsek Pesanggrahan, Polres Jaksel, Polri, terutama Bu Saela (Kapolsek Pesanggrahan) yang selalu follow up berita tentang hilangnya Alvaro, sampai akhirnya ditemukan,” lanjut Arum.
Lantaran jenazah Alvaro ditemukan dalam keadaan sudah tinggal tulang belulang, Polri harus melakukan tes DNA. Sehingga Rumah Sakit Polri mengambil sampel air liur Arum untuk dicocokkan dengan sampel DNA pada jenazah tersebut.
Selanjutnya, polisi memberikan trauma healing kepada pihak keluarga yang masih syok atas temuan jenazah Alvaro.
”Kami fokus buat trauma healing, buat pihak keluarga,” ungkap Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam.
Sebelumnya, lebih kurang 8 bulan tidak ditemukan, Alvaro dipastikan sudah meninggal dunia karena dibunuh oleh ayah tirinya.
Kini, ayah tiri yang sudah menjadi tersangka itu juga memilih mengakhiri hidup dengan gantung diri di Ruang Konseling Polres Metro Jaksel pada Minggu (23/11).

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
