
Edukasi terkait pentingnya kualitas air konsumsi yang baik dan layak. (Istimewa)
JawaPos.com - Kebutuhan air minum higienis dan udara bersih di ruang komunal di Jakarta masih jadi persoalan yang belum bisa ditangani mengingat kualitas udara di Jakarta sendiri secara umum memang lebih sering dalam kategori tidak sehat. Tingginya paparan polusi dan temuan mikroplastik pada air konsumsi juga menambah daftar persoalan.
Banyak ruang ibadah, panti asuhan, dan fasilitas sosial yang aktivitasnya padat belum memiliki perangkat pemurnian yang memadai, sementara risiko paparan debu halus dan bakteri di ruang tertutup semakin diperbincangkan pascapandemi. Di sejumlah wilayah padat penduduk, kualitas air tanah masih kerap terkontaminasi mikroba, sementara udara dalam ruang sering mencatat konsentrasi polutan yang lebih tinggi akibat ventilasi terbatas.
Kondisi ini membuat ruang publik seperti masjid dan panti asuhan rentan menjadi titik penyebaran penyakit, terutama bagi anak-anak dan jamaah lansia. Di tengah isu tersebut, sejumlah lembaga sosial di Jakarta menerima perangkat pemurni air dan udara melalui program Journey to Purity dari PT Coway International Indonesia. Penyerahan ini dilakukan untuk mendorong standar kebersihan ruang komunal, sekaligus menjawab kebutuhan fasilitas publik yang belum memiliki akses alat filtrasi.
Dalam penyaluran tahun ini, Pondok Yatim dan Dhuafa Cabang Asrama Kembangan, Panti Asuhan Dorkas, Rumah Hati Suci, Masjid Al-Arqam Badan Pusat Statistik, Masjid Al Bahri KKP, Masjid KH. A. Wahid Hasyim, serta Masjid Raya K.H. Hasyim Asy’ari menjadi penerima bantuan purifier air dan udara. President Director Coway Indonesia, Tony Cho, mengatakan penyaluran ini dilakukan melihat tingginya kebutuhan ruang publik yang bersih dan aman.
"Banyak ruang komunal aktivitasnya padat, namun belum memiliki perangkat pemurnian. Kami berharap bantuan ini bisa menambah standar kebersihan udara dan air di fasilitas sosial," ujar dia melalui keterangannya, Kamis (20/11).
Perangkat pemurni air yang disalurkan disebut telah melalui pengujian internal, termasuk kemampuan menyaring bakteri, partikel mikro, dan mikroplastik. Lima produknya juga sudah mengantongi Sertifikasi Halal MUI sejak 2024. Sementara pemurni udara dilengkapi filtrasi berlapis untuk debu halus, polutan, dan alergen yang kerap memicu gangguan pernapasan.
Program Journey to Purity sebelumnya dimulai pada 2024 dan menyalurkan 74 perangkat ke 35 masjid besar di Jabodetabek, termasuk Masjid Istiqlal dan Masjid Agung Sunda Kelapa. Selain meningkatkan kualitas kesehatan ruang publik, inisiatif ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan air kemasan sekali pakai, isu yang terus disorot seiring meningkatnya timbunan sampah plastik.
Coway menyebut program ini akan diperluas ke wilayah lain, seiring meningkatnya kebutuhan ruang ibadah dan fasilitas sosial yang lebih sehat di kawasan urban.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
