
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri (ketiga kiri) di damping Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto (kedua kiri) bersama sejumlah jajaran terkait menyampaikan keterangan terkait ledakan bom di SMAN 72 Jakarta pada konfrensi pers
JawaPos.com-Anak berkonflik dengan hukum berinisial F meledakan diri setelah memicu ledakan 2 bom di Masjid SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut) pada Jumat (7/11). Sampai saat ini, Polda Metro Jaya masih mendalami alasan anak yang merupakan pelaku kasus tersebut ikut meledakkan dirinya sendiri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa pihaknya F memang sengaja meledakan bom di masjid dan meledakan diri. Namun, belum diketahui pasti alasan pelaku memilih meledakan diri setelah ledakan 2 bom di masjid melukai puluhan korban. ’’Dia sudah berniat membawa tas jinjing berwarna biru, itu berisi senjata (mainan.,) dan bahan peledak. Pada saat dia meledakan itu, dia sengaja meledakkan (diri),” kata dia.
Meski ikut meledakkan diri bersama bom yang dirakitnya, ternyata nyawa F masih terselamatkan. Saat ini dia masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Polri Kramat Jati usai menjalani operasi di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih. Polisi sengaja memindahkan F ke Rumah Sakit Polri agar proses pemulihan bisa ditindaklanjuti langsung dengan penyidikan.
Sebelumnya, Budi Hermanto mengungkapkan bahwa sudah ada tim terpadu di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Tim itu bertugas menangani korban dalam pemulihan kondisi fisik, psikologis, maupun penanganan kasus yang masih terus bergulir. Sesuai dengan komitmen yang disampaikan sejak awal, kasus itu akan ditangani dengan sebaik-baiknya oleh Polda Metro Jaya.
”Di RS Polri sudah ada tim terpadu, bukan hanya untuk perawatan medis, tetapi juga pendampingan psikologis,” ungkap Budi dikutip pada Selasa (11/11).
Pemindahan terduga pelaku yang berstatus anak berhadapan dengan hukum dilakukan oleh Polda Metro Jaya untuk menghindari risiko infeksi. Sebab, anak tersebut dirawat dalam satu ruangan bersama beberapa pasien lain. Saat ini, anak itu ditempatkan di ruang perawatan tersendiri. Sehingga kondisinya bisa lebih terpantau.
Pemindahan terduga pelaku juga akan memudahkan penyidik dalam melaksanakan pendalaman. Mengingat saat ini kondisi anak tersebut sudah stabil dan telah sadar. Bila kondisi kesehatannya terus membaik, penyidik akan memulai pemeriksaan terhadap anak tersebut.”Kalau kesehatannya semakin membaik, penyidik bisa lebih mudah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan,” kata dia.
Polda Metro Jaya menegaskan kembali, proses hukum terhadap terduga pelaku dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum. Yang bersangkutan juga akan mendapat pendampingan khusus selama proses penyidikan. Polda Metro Jaya memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara humanis dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. (*)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
