
Enam orang pelaku tawuran antar remaja diamankan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (3/11) dini hari. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperkuat langkah pencegahan terhadap maraknya aksi tawuran di kalangan pelajar. Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menegaskan, seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat untuk mengantisipasi fenomena tersebut agar tidak semakin meluas.
Hal itu disampaikan Chandra menanggapi insiden tawuran yang terjadi di wilayah Kecamatan Sawangan beberapa waktu lalu. Dia menilai tawuran pelajar kini telah menjadi persoalan serius yang perlu ditangani bersama lintas sektor.
“Tawuran ini semacam virus yang mudah menular ke mana-mana. Kalau tidak segera dimitigasi dan diantisipasi, bisa menyebar ke seluruh wilayah Depok,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kota Layak Anak, belum lama ini.
Chandra mengungkapkan, aksi tawuran sudah mulai muncul di hampir seluruh wilayah Depok. Karena itu, dia meminta para camat dan lurah tidak menyepelekan laporan masyarakat terkait potensi bentrokan antar pelajar.
“Saya berharap semua perangkat daerah, camat, dan lurah wajib merespons setiap laporan. Lakukan kolaborasi dengan dinas terkait, misalnya dengan Bu Nessi dari DP3AP2KB,” tegasnya.
Dia menekankan, anak-anak seharusnya dibimbing untuk tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman. Pemerintah, kata Chandra, memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan hal itu.
“Tolong semua harus dioptimalkan dan diberdayakan. Ingat, anak ini adalah titipan Allah SWT, mereka tidak mengerti apa-apa,” ucapnya.
Lebih lanjut, Chandra menegaskan bahwa predikat Kota Layak Anak (KLA) yang disandang Depok tidak boleh berhenti sebatas simbol atau penghargaan semata. Ia menekankan bahwa predikat tersebut harus tercermin nyata dalam tindakan pemerintah dan masyarakat.
“Saya harap Kota Layak Anak bukan hanya jargon atau simbolis semata. Ini menjadi tanggung jawab moral dan struktural kita sebagai Pemerintah Kota Depok,” tandasnya.
