
Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan bisa jadi solusi permasalahan sampah di Ibu Kota Jakarta. (istimewa)
JawaPos.co, - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menghentikan sementara uji coba atau commissioning fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara. Langkah itu diambil setelah muncul penolakan warga akibat 23 anak di sekitar lokasi dilaporkan menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diduga dipicu aktivitas uji coba tersebut.
"Saya sudah meminta kepada kepala Dinas Lingkungan Hidup (Asep Kuswanto) untuk sementara menghentikan commissioning-nya terlebih dahulu," ujar Pramono.
Menurut politikus PDI Perjuangan itu, penghentian sementara dilakukan agar Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI dapat meninjau ulang proses uji coba dan dampak lingkungan yang muncul. Namun, dari informasi yang diterimanya, persoalan utama bukan pada fasilitas RDF itu sendiri. Sebab, uji coba yang dilakukan hampir sebulan dan baru-baru ini saja menerima penolakan.
"Dari hasil commissioning yang dilakukan sampai dengan beberapa hari ini, sebenarnya terhadap RDF Rorotan sendiri relatif persoalannya masyarakat tidak komplain terhadap itu. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika sampahnya kemudian dilakukan mobilisasi atau pengangkutan," terangnya.
Truk pengangkut sampah itu tidak menampungnya secara padat. Sehingga, air lindinya tumpah dan berceceran, sehingga menyebabkan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, Pram memerintahkan kepala Dinas LH DKI untuk mempersiapkan truk yang bisa membawa sampah tanpa ada tumpahan air lindi tersebut.
"Commissioning-nya dihentikan terlebih dahulu, untuk dipersiapkan sampai dengan adanya truk yang compact, yang bisa membawa sampah ke Rorotan. Karena persoalannya di sana," katanya.
Pram menambahkan, kondisi itu memburuk dalam beberapa hari terakhir akibat curah hujan tinggi. Sampah yang lebih basah membuat air lindi berceceran ke jalan dan lingkungan sekitar.
"Itu (commissioning) sudah berlangsung hampir tiga minggu lebih, hampir sebulan. Tetapi, baru kurang lebih 2-3 hari terakhir (ditolak), ketika curah hujannya tinggi, sampahnya kemudian mengalami lebih basah, dan angkutannya air lindinya tumpah ke mana-mana," jelasnya.
Oleh karena itu, kebijakan penghentian sementara dilakukan, sekaligus Pemprov DKI mendalami kondisi tersebut. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Ima Mahdiah mendukung keputusan penghentian sementara tersebut. Menurutnya, masalah di sana harus dibereskan terlebih dahulu.
"Iya, itu dievaluasi dan diberesin dulu semuanya. Harus itu," terangnya.
Menurutnya, RDF Plant Rorotan itu bisa menjadi solusi masalah produksi sampah Jakarta yang kini sudah mencapai 7.800 ton per hari. "RDF di Jakarta kan belum banyak, dan pak gubernur pengen yang ini (RDF Rorotan) itu diberesin dulu. Mungkin setelah itu baru nambah lagi," tambahnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022