Gubenur DKI Jakarta akan terus melanjutkan normalisasi dalam mengatasi banjir di Jakarta. (Masria Pane/JawaPos)
JawaPos.com - Cuaca ekstrem pada Kamis (30/10), berdampak banjir di beberapa wilayah di Jakarta. Utamanya, di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Gubernur DKI Pramono Anung mengakui, Jalan Kemang Raya banjir hingga tidak bisa dilalui kendaraan. Mengatasinya, sebanyak lima pompa langsung diturunkan ke sana.
“Memang ada patahan tanggul yang dimiliki oleh Kemang Village yang retak dan kemudian bocor. Itu kemudian menyebabkan air Kali Krukut itu meluap,” terang Pramono. Saya, lanjutnya, sudah meminta kondisi itu untuk segera ditangani.
Selain memperbaiki tanggul, Pram juga menegaskan, akan terus melanjutkan normalisasi dalam mengatasi banjir di Jakarta. Utamanya, normalisasi Kali Ciliwung.
“Penlok (penetapan lokasi)-nya sudah saya tandatangani, dan juga normalisasi Kali Krukut yang melewati Kemang Village itu juga dilakukan,” terangnya.
Hal itu karena normalisasi Kali Ciliwung maupun Krukut tidak dilakukan, maka banjir di Kemang Raya, utamanya depan Kemchick yang menjadi langganan banjir tidak akan bisa diselesaikan.
“Kebetulan saya kan tinggal di daerah itu, sudah hampir 5-6 tahun ini selalu terulang hal yang seperti itu (banjir). Maka itu, harus ditangani dari hulunya,” tambahnya.
Sebagai informasi, selain cuaca ekstrem, penyebab banjir di Jakarta Selatan yakni jebolnya Tanggul Baswedan di Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu dan tanggul di kawasan Kemang, Kecamatan Mampang Prapatan. Kedua tanggul tersebut jebol karena tingginya debit air yang tidak mampu ditahan oleh struktur dinding kali.
Kepala Satuan Pelaksana Kecamatan Pasar Minggu, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Rosi Surya Indah, mengatakan tanggul yang jebol berada di aliran kali wilayah Kelurahan Jatipadang memang dikenal sebagai Tanggul Baswedan.
Menurutnya, jebolnya tanggul tersebut diketahui lantaran tekanan air akibat debit air yang tinggi di saluran penghubung (PHB) Pulo karena curah hujan yang sangat lebat.
“Sebagai antisipasi darurat, saat ini dipasang tanggul darurat dari tumpukan karung berisi pasir untuk mengurangi limpasan air," lanjutnya. Jika debit air sudah stabil, akan dilakukan pembangunan tanggul permanen dengan material batu kali dan beton.
"Perbaikan tanggul tersebut diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih tiga bulan," tambahnya.
Hal yang tidak jauh berbeda juga dilakukan terhadap tanggul jebol di Mampang Prapatan.
“Sebagai tindak lanjut sementara, hari ini (31/10) dilakukan pemancangan kayu dolken dan kisdam dengan mengerahkan belasan Satgas Pasukan Biru dari Kecamatan Mampang Prapatan, sambil menunggu perencanaan teknis perbaikan tanggul permanen,” terang Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Santo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022