
Lonjakan kebutuhan pangan kerap terjadi jelang akhir tahun. Terdapat momentum perayaan Hari Raya Natal dan pergantian tahun/(Istimewa).
JawaPos.com - Lonjakan kebutuhan pangan kerap terjadi jelang akhir tahun. Terdapat momentum perayaan Hari Raya Natal dan pergantian tahun.
Ketersediaan hingga stabilitas harga kebutuhan pokok tak luput menjadi sorotan DPRD DKI Jakarta. Dengan begitu, masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam pemenuhan pangan.
Perubahan musim yang ekstrem serta ketergantungan tinggi terhadap pasokan dari luar daerah menjadi tantangan serius bagi ketahanan pangan ibukota.
Anggota Komisi B Nurhasan menegaskan, perlu ada iron stock atau cadangan pangan strategis. Sehingga Pemprov DKI bisa mengelola dengan baik untuk mengantisipasi potensi gejolak harga.
"DKI perlu punya stok yang kuat untuk menahan laju harga. Kalau harga naik, kita bisa tekan dengan operasi pasar," ujar Nurhasan di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Hingga kini, DPRD DKI belum menerima laporan resmi dari eksekutif mengenai kondisi terkini cadangan pangan ibukota. Namun, pembahasan stok dan strategi pengendalian harga masuk dalam agenda rapat.
Menurut Nurhasan, pengawasan terhadap tiga BUMD pangan sangat penting. Yakni, PT. Food Station Tjipinang Jaya, PD Pasar Jaya, dan PD Dharma Jaya. Perlu peran maksimal menjaga pasokan di lapangan.
"Mereka (BUMD pangan) harus benar-benar hadir menstabilkan pasokan, bukan hanya menjalankan rutinitas," kata Nurhasan.
Terkait kerja sama dengan daerah produsen beras, Nurhasan memastikan, Food Station dan Dharma Jaya telah menjalin kemitraan dengan sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Memperkuat rantai pasokan.
"Tapi perlu terus diperluas agar DKI tidak terlalu bergantung pada satu sumber," kata dia.
DPRD DKI Jakarta juga terus mendorong perbaikan data penerima manfaat Program Pangan Murah agar subsidi tepat sasaran.
"Kuncinya pemerataan dan data yang akurat. Jangan sampai subsidi justru dinikmati warga yang tidak berhak. Kondisi ekonomi masyarakat bisa berubah," tambah Nurhasan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menegaskan, pihaknya terus memantau dan memperkuat koordinasi dengan tiga BUMD pangan. Menjaga ketersediaan serta mutu bahan pokok di pasar.
Produksi pangan lokal Jakarta hanya mampu memenuhi sekitar 2 persen kebutuhan masyarakat. Sedangkan 98 persen bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Karena itu, kolaborasi dengan berbagai provinsi penghasil menjadi kunci. "Kita ini sangat rentan terhadap gejolak di luar Jakarta. Kerja sama dengan daerah pemasok, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, dan Lampung terus dijaga," papar Hasudungan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022