
Ilustrasi unggas yang bisa terjangkit flu burung. (Istimewa)
JawaPos.com - Wacana revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengendalian Pemeliharaan dan Peredaran Unggas di DKI Jakarta menuai kritik.
Kebijakan ini diingatkan agar tidak melonggarkan aturan demi melegalkan praktik pemeliharaan hewan ternak yang menyalahi aturan di tengah pemukiman padat penduduk.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan, meminta pemerintah provinsi tidak gegabah dalam merombak aturan tersebut. Menurutnya, regulasi yang ada saat ini justru menjadi benteng pertahanan kesehatan warga ibu kota.
"Kita mesti ingat kalau perda itu dibuat salah satunya untuk menghadapi fenomena flu burung dulu. Jadi, tujuannya adalah demi menjaga kesehatan masyarakat," ujar August, Jumat (26/6).
Aturan Jarak 25 Meter dari Rumah yang Kerap Dilanggar
Merujuk pada Pasal 2 ayat 4 huruf (e) Perda No. 4 Tahun 2007, setiap individu maupun badan usaha wajib membangun kandang unggas dengan jarak minimal 25 meter dari pemukiman warga untuk mendapatkan izin resmi. Sayangnya, realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.
August yang juga menjabat sebagai Penasihat Fraksi PSI ini menyoroti banyaknya warga yang mulai mengabaikan aturan ini dengan berbagai alasan. Fenomena ini dinilai berpotensi memicu masalah sosial dan kesehatan baru di lingkungan masyarakat.
"Dalam kenyataannya, orang-orang sekarang untuk apapun alasannya itu mulai memelihara unggas di dekat pemukiman-pemukiman warga. Nah, ini yang harus diwaspadai karena risikonya terhadap kesehatan, kadang baunya yang menyengat," ungkapnya.
Menariknya, pelanggaran zonasi ini ternyata tidak hanya terjadi pada komoditas unggas.
August mengungkapkan bahwa hewan ternak besar seperti sapi pun masih banyak ditemukan dipelihara di kawasan padat penduduk Jakarta Selatan.
"Sebenarnya bukan hanya larangan unggas, hewan ternak seperti sapi masih banyak bertebaran kandangnya di tengah pemukiman warga. Contohnya, wilayah Jaksel di sekitar Pancoran dan Mampang Prapatan," sambung August.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
