
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Jakarta Economy Forum (JEF) 2025 di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. (Masria Pane/Jawa Pos)
JawaPos.com-Gubernur DKI Pramono Anung ingin menghilangkan premanisme dan aksi copet di pasar-pasar Jakarta. Yakni, dengan meningkatkan digitalisasi keuangan.
“Begitu masyarakat kita di pasar menggunakan QRIS, yang namanya preman akan berkurang signifikan, copetnya akan berkurang signifikan,” ujar Pramono saat membuka kegiatan Jakarta Economy Forum (JEF) 2025 di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.
Menurut dia, para pencopet itu tidak akan bisa mencuri uang masyarakat karena tidak ada yang dibawa tunai atau cash.
“Kalau dia curi QRIS-nya, gak bisa digunakan untuk belanja, berbeda dengan uang cash kalau dibawa,” jelas Pramono Anung.
Peningkatan digitalisasi itu juga digencarkan seiring dengan keinginan Jakarta yang meningkatkan peringkatnya ditingkat dunia. Dia berharap, ini akan mempunyai dampak positif bagi perkembangan di Jakarta.
Selain itu, politikus PDI Perjuangan itu mengajak semua pihak untuk turut serta dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Jakarta. Utamanya, Bank Indonesia dan OJK.
Sebab, dia meyakini, meskipun ada rencana pemotongan dan transfer yang cukup besar, mencapai Rp 15 triliun pada tahun 2026, ekonomi Jakarta bisa tetap tumbuh.
“Saya berpesan kepada jajaran Balai Kota, tidak boleh ada tone negatif pun yang dikeluarkan oleh Balai Kota siapapun itu. Karena saya tahu banyak sekali instrumen yang dimiliki oleh Jakarta untuk membangun Jakarta,” ujar Pramono.
Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Iwan Setiawan menyambut baik rencana perluasan digitalisasi keuangan tersebut. BI akan menindaklanjuti arahan Pramono melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
"Ini ide luar biasa pak gubernur, dan disambut oleh Tim TP2DD. Kita akan follow up sesuai arahan beliau dan memperluas di tahun depan," kata Iwan.
Iwan juga menyebutkan, BI DKI Jakarta juga akan terus berkolaborasi dengan Pemprov DKI dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jakarta. Yakni, melaksanakan kegiatan yang langsung berdampak kepada masyarakat. Salah satunya, pelaksanaan JEF 2025 yang menghadirkan 80 booth dari UMKM hingga komunitas kreatif.
“Aksi bersama ini semoga dapat memulihkan kepercayaan publik, memperkuat stabilitas ekonomi, dan menyalakan semangat positif bahwa Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi kota global yang berbudaya,” kata Iwan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022