
Tiang-tiang monorel sepanjang jalan Rasuna Said, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com — Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan berencana membongkar tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, pada Januari 2026. Nanti, bongkaran bekas tiang itu akan menjadi jalan seperti di Sudirman-Thamrin.
"Januari 2026 mulai kita bongkar. Targetnya 4 bulan pembongkaran dan langsung dikerjakan Dinas Bina Marga untuk pengembalian jalannya," Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal, Selasa (21/10).
Menurutnya ada 98 tiang monorel yang berada di Jalan HR Rasuna Said dan 2 di pedestrian. Rencananya, akan mengikuti pedestrian yang sudah eksisting.
"Nanti akan seperti di Jalan Sudirman-Thamrin. Setelah dibongkar kita lihat strukturnya. Nanti elevasinya disamakan, dibentuk, lalu diaspal juga" ungkapnya.
Namun, bekas bongkaran tiang monorel itu akan tetap disimpan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Karena statusnya masih milik Adhi Karya. "Sisa besinya akan disimpan nanti, karena masih milik Adhi Karya," ucapnya.
Pekerjaan pembongkaran, kata Rifki, dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan risiko terhadap kendaraan yang melintas. "Kita lakukan malam hari untuk pembongkaran. Nantinya akan ada rekayasa lalin juga saat pembongkaran," tuturnya.
Ia menargetkan proses pembongkaran fisik rampung pada April, sebelum dilanjutkan dengan tahap penataan jalan dan trotoar. "Iya target tahun 2027 itu sudah selesai semua, jalan sudah rapih," pungkasnya.
Saat ini Jalan HR Rasuna Said yang kini berupa satu lajur Transjakarta, dua lajur cepat dan dua lajur lambat itu akan dibuat sebidang. Meski badan jalan bertambah lebar imbas penebangan tiang monorel, total lajur jalan katanya tidak akan bertambah. Sebab, trotar nantinya akan diperlebar hingga sekira 6-8 meter.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Pramono Anung akan menuntaskan proyek-proyek terbengkalai di Jakarta. Mulai dari tiang pancang monorel hingga halte-halte Transportasi Jakarta (TJ) yang terbengkalai.
"Hal yang menyangkut Jakarta, sudahlah, biar Pemprov DKI saja," ujar Pramono di Taman Ismail Marsuki (TIM), Selasa (14/10).
Untuk tiang pancang monorel itu, dia menjanjikan akan mulai dibersihkan pada awal 2026 mendatang. ''Tolong, doakan saja, mudah-mudahan segera saya selesaikan. Doakan bulan Januari tahun depan, mulai start bersih-bersih,'' katanya.
Sementara untuk halte-halte yang terbengkalai, dia menjanjikan bisa segera diselesaikan sebelum Januari 2026. "Halte-halte harusnya sih bisa lebih cepatlah (dari Januari 2026, Red)," imbuhnya.
Ada beberapa halte TJ yang mangkrak saat ini. Di antaranya, Halte Transjakarta BNN 1, Halte Cakung Cilincing, Halte Pasar Cakung, Halte Cakung United Tractor, dan Halte Tipar Cakung. Meski tidak menyampaikan penyebab halte itu mangkrak secara rinci, dia berjanji akan segera menyelesaikannya. Utamanya, Halte TJ BNN dan Cakung.
"Tanpa bermaksud menyalahkan siapapun, yang di BNN dan Cakung memang ada overlapping. Karena pada waktu itu dibangun, sebagian pemerintah Jakarta, sebagian pemerintah pusat, sebagian persiapan LRT dan sebagainya," katanya. Sehingga dengan demikian, lanjutnya, Jakarta yang akan tanggung jawab.
Sementara itu, Direktur Utama PT TJ Welfizon Yuza menuturkan, pembangunan beberapa halte mangkrak itu bukan tugas mereka. Dia mengaku, sudah meminta instansi terkait yang bertugas membangun untuk menyelesaikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022