
Ilustrasi pembangunan infrastruktur di Indonesia. (Salman Toyibi/Jawa Pos).
JawaPos.com-Pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat ke DKI Jakarta sebesar Rp 15 triliun membuat sejumlah proyek pembangunan fisik terancam tertunda pada 2026. APBD DKI 2026 yang sebelumnya sebesar Rp 95,35 triliun berkurang menjadi Rp 81,29 triliun.
Hal ini diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania dalam rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Senin (20 /10).
Atika memaparkan, sejumlah proyek pembangunan fisik yang kemungkinan besar tertunda. Di antaranya, pembangunan Rumah Susun Rorotan IX tahap 2, pembangunan GOR Cendrawasih dan GOR Kemakmuran, stadion Sepak Bola Taman Sari, dan gelanggang Remaja Jagakarsa.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga berpotensi menunda pembangunan gedung pemerintah daerah di beberapa lokasi, mengurangi jumlah puskesmas yang direhabilitasi dari 12 menjadi 5 lokasi, dan rehab sekolah dari 22 menjadi hanya 5 lokasi, serta 1 sekolah cagar budaya.
Peningkatan breakwater di Pelabuhan Muara Angke, lanjut Atika Nur Rahmania, juga masuk daftar kegiatan yang bisa ditunda.
"Itu pilihan terhadap mana yang ditunda itu sesuai audit inspektorat yang saat ini berjalan pada realisasi kegiatan 2024-2025 menjadi salah satu dasar pertimbangan penundaan kegiatan dalam RAPBD 2026," ujar Atika.
Meski sejumlah proyek ditunda, Pemprov DKI tetap berkomitmen menjaga program prioritas dan program unggulan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Di antaranya subsidi pangan sebanyak 19,8 juta paket selama 2026, kenaikan dana operasional RT-RW dan kader dasawisma, penerima KJP tetap 707 ribu orang dan KJMU 27 ribu orang. Selain itu, optimalisasi operasional RDF Rorotan dan TPST Bantargebang, peningkatan kualitas permukiman di 25 lokasi, dan pembangunan lapangan multifungsi dan RTH di 11 lokasi
"Penerima KJP tetap dipertahankan 707 ribu orang dan KJMU 27.000 orang, optimalisasi operasional RDF Rorotan dan TPST Bantargebang tetap dilaksanakan, peningkatan kualitas permukiman di 25 lokasi, pembangunan lapanban multifungsi 1 lokasi, pembangunan RTH di 11 lokasi," papar Atika.
Pemprov DKI juga memastikan pembangunan RSUD Cakung tetap berlanjut pada tahun depan. Begitu pula dengan proyek pengendalian banjir, subsidi transportasi, dan rehab gedung pemda di 4 lokasi yang sudah masuk dalam proyek multiyears dan sulit dihentikan.
"Kemudian pembangunan Flyover (Latumeten) dan penyusunan dokumen perencanaan griya kecamatan yang akan kita lakukan mix use menjadi rumah susun," ungkap Atika Nur Rahmania.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022