
Petugas PPSU melukis mural wajah Gubernur DKI di kolong flyover Bintaro, Pondok Pinang, Jakarta, Kamis (11/9/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Setelah legawa menerima pemotongan dana transfer, jajaran Pemprov DKI mulai meninjau ulang program yang disusun dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2026. Beberapa program yang tidak prioritas akan diefisiensi anggarannya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata menuturkan, upaya efisiensi saat ini sedang difinalisasi melalui forum asisten sekretaris daerah Jakarta. "Jadi, dua hari ini lagi kami lakukan forum asisten untuk lihatin satu-satu (mana yang diefisiensi, Red)," ujar Michael kepada Jawa Pos.
Meski masih dibahas dalam forum asisten, Michael menyebutkan beberapa program yang akan terdampak pemotongan dana transfer tersebut. Di antaranya, makan minum, perjalanan dinas, hingga kendaraan dinas operasional (KDO).
"Kami inventarisir agar penganggarannya lebih tepat. Misalnya, ketika merencanakan persediaan, belanja barang, itu yang sesuai kebutuhan, nggak berlebih dan sebagainya," jelasnya.
Senada dengan Pramono, Michael juga mengakui adanya penundaan pembangunan gedung milik pemerintah. Termasuk, pembangunan ataupun rehab sekolah. "Sekolah kami lihat prioritasnya, kalau memang harus segera diperbaiki, maka dialokasikan. Tapi kalau gedungnya masih bagus, ya mungkin dipertahankan dulu," tambahnya.
Demikian juga untuk perekrutan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), Pemprov DKI memutuskan untuk moratorium tahun depan.
"Yang ada saat ini itu tetap. Tapi, untuk tahun depan, kan biasanya setiap tahun ada penambahan, nah itu yang dimoratorium," jelasnya. Sementara untuk perekrutan aparatur sipil negara (ASN), Michael menyebutkan, Pemprov DKI juga disebutkannya akan tetap dengan kondisi saat ini.
Lebih lanjut, Michael mengakui, pemotongan dana transfer yang mencapai Rp 15 triliun itu berdampak terhadap banyak program di Jakarta. Namun, ada beberapa yang ditegaskannya tidak diganggu. Di antaranya, bantuan KJP Plus, KJMU, hingga penanganan banjir.
"Penanganan banjir itu kan masalah prioritas. Tapi, seperti pengadaan tanah yang besar-besar, misalnya untuk taman, itu kami tunda dulu," katanya.
Di lokasi yang sama, dampak pemangkasan itu, Gubernur DKI Pramono Anung mengakui, ada banyak perubahan program di Jakarta. Dia memisalkan, perekrutan PJLP yang dilaksanakan besar-besaran tahun ini dan dijanjikannya berlanjut tahun depan. Di antaranya, perekrutan 1.100 PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) dan 1.000 petugas Damkar (Pemadam Kebakaran).
"Kemarin itu kan damkar itu kami buka seribu, pasukan putih 500 orang, karena pengurangan ini mungkin tahun depan, peluang itu juga akan berkurang. Tetapi, yang tahun ini, tahun 2025, semuanya tidak mengalami perubahan," jelasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
