Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 14.10 WIB

Kisah Inspiratif Mufid: Weekday Jadi Guru, Weekend Jadi Redkar Berikan Pertolongan Pertama Kebakaran

Mufid, Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Grogol Petamburan (Gropet). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Mufid, Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Grogol Petamburan (Gropet). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Di balik kesibukan sebagai guru olahraga di sebuah SMA swasta, Mufid punya peran lain yang tak kalah penting. Ia adalah Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Grogol Petamburan (Gropet), yang selalu siaga membantu warga setiap kali api berkobar di wilayahnya.

Redkar sendiri merupakan kelompok masyarakat yang diberikan pelatihan khusus menangani kejadian kebakaran di wilayah. Mereka berperan menangani kebakaran sedini mungkin, sebelum petugas Damkar tiba.

Penanganan kebakaran oleh Redkar pun terbilang efektif. Di Jakarta, dari 1.195 insiden kebakaran, sebanyak 267 kebakaran diantaranya berhasil dipadamkan sendiri oleh warga.

"Saya merupakan guru, menjadi Redkar ini hanya panggilan jiwa untuk saya, cita-cita saya. Weekday jadi guru, weekend dan hari libur jadi Redkar," ujar Mufid kepada JawaPos.com.

Meski bukan petugas inti, peran relawan sangat vital. Mereka membantu menyiapkan jalur bagi petugas, menggulung selang, hingga menertibkan warga agar tidak mengganggu proses pemadaman.

"Jadi, penanganan pertama itu oleh Redkar. Agar tidak terjadi besar. Tapi kalau sudah satu rumah (terbakar), itu langsung telepon melalui Redkar ke komandan-komandan (damkar) di grup tersebut," kata Mufid.

Mufid mengenang. Sudah 4 tahun dirinya menjadi petugas Redkar. Ia tidak hanya terlibat membantu memadamkan api di lingkungannya, tapi juga ke wilayah tetangga.

Baginya, semua orang yang membutuhkan pertolongan harus ditolong, tanpa mengenal batas wilayah. 

Salah satu kebakaran besar yang masih membekas baginya ialah ketika terjadi kebakaran di Jalan Dokter Makaliwe I, Kelurahan Grogol, pada 25 Maret 2025. Dalam insiden ini, sekitar 12 rumah hangus terbakar.

"Kita sebagai Redkar mengkondisikan warga agar tidak dekat TKP. Biar petugas bisa memadamkan api dengan cepat. Namun karena warganya terlalu ini (banyak), kita pun sendiri sebagai Redkar tidak bisa berbuat apa-apa selain menjaga wilayah," jelasnya.

Tak jarang pula Mufid terseret air hingga mengalami berbagai kejadian tak terduga. Sudah  

"Terutama ketika di TKP kita ikut terjun bersama petugas kita kebawa-bawa yang namanya air yang begitu besar kita keseret udah pernah. Temen kita juga ada yang terkena sambal kacang saat berupaya memadamkan kebakaran di Tambora," kenangnya.

Tantangan Relawan

Mufid mengungkap, keterbatasan alat menjadi kendala tersendiri. Meski begitu, para relawan tetap semangat karena sudah dibekali pelatihan. 

"Pemadam itu bukan yang jago, tapi terlatih. Selalu berlatih, di sektor pun kita berlatih," ungkapnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore