
Mufid, Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Grogol Petamburan (Gropet). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di balik kesibukan sebagai guru olahraga di sebuah SMA swasta, Mufid punya peran lain yang tak kalah penting. Ia adalah Ketua Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Grogol Petamburan (Gropet), yang selalu siaga membantu warga setiap kali api berkobar di wilayahnya.
Redkar sendiri merupakan kelompok masyarakat yang diberikan pelatihan khusus menangani kejadian kebakaran di wilayah. Mereka berperan menangani kebakaran sedini mungkin, sebelum petugas Damkar tiba.
Penanganan kebakaran oleh Redkar pun terbilang efektif. Di Jakarta, dari 1.195 insiden kebakaran, sebanyak 267 kebakaran diantaranya berhasil dipadamkan sendiri oleh warga.
"Saya merupakan guru, menjadi Redkar ini hanya panggilan jiwa untuk saya, cita-cita saya. Weekday jadi guru, weekend dan hari libur jadi Redkar," ujar Mufid kepada JawaPos.com.
Meski bukan petugas inti, peran relawan sangat vital. Mereka membantu menyiapkan jalur bagi petugas, menggulung selang, hingga menertibkan warga agar tidak mengganggu proses pemadaman.
"Jadi, penanganan pertama itu oleh Redkar. Agar tidak terjadi besar. Tapi kalau sudah satu rumah (terbakar), itu langsung telepon melalui Redkar ke komandan-komandan (damkar) di grup tersebut," kata Mufid.
Mufid mengenang. Sudah 4 tahun dirinya menjadi petugas Redkar. Ia tidak hanya terlibat membantu memadamkan api di lingkungannya, tapi juga ke wilayah tetangga.
Baginya, semua orang yang membutuhkan pertolongan harus ditolong, tanpa mengenal batas wilayah.
Salah satu kebakaran besar yang masih membekas baginya ialah ketika terjadi kebakaran di Jalan Dokter Makaliwe I, Kelurahan Grogol, pada 25 Maret 2025. Dalam insiden ini, sekitar 12 rumah hangus terbakar.
"Kita sebagai Redkar mengkondisikan warga agar tidak dekat TKP. Biar petugas bisa memadamkan api dengan cepat. Namun karena warganya terlalu ini (banyak), kita pun sendiri sebagai Redkar tidak bisa berbuat apa-apa selain menjaga wilayah," jelasnya.
Tak jarang pula Mufid terseret air hingga mengalami berbagai kejadian tak terduga. Sudah
"Terutama ketika di TKP kita ikut terjun bersama petugas kita kebawa-bawa yang namanya air yang begitu besar kita keseret udah pernah. Temen kita juga ada yang terkena sambal kacang saat berupaya memadamkan kebakaran di Tambora," kenangnya.
Mufid mengungkap, keterbatasan alat menjadi kendala tersendiri. Meski begitu, para relawan tetap semangat karena sudah dibekali pelatihan.
"Pemadam itu bukan yang jago, tapi terlatih. Selalu berlatih, di sektor pun kita berlatih," ungkapnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
