Ratusan bahkan ribuan truk tambang hilir mudik wilayah Parung Panjang setiap hari, Kamis (14/8). (Ryandi Zahdomo/Jawapos)
JawaPos.com-- Warga Parung Panjang dan sekitarnya sangat kecewa dengan hasil rapat yang digelar Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar pada Jumat (19/9) kemarin.
Pasalnya, pemerintah daerah memperbolehkan truk tambang melintas pagi dan sore hari atau dengan kata lain hampir 24 jam truk tambang diperbolehkan melintas dengan alasan relaksasi karena jalan sedang diperbaiki.
Keputusan tersebut dianggap warga Parung Panjang semakin menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten Bogor benar-benar tuli dan buta karena tidak lagi melihat warga sebagai manusia.
"Itu kebijakannya semuanya untuk pengusaha tambang. Rakyat sama sekali tidak dianggap. Sudah jalannya separuh, untuk jalan truk pula. Rapat bolak-balik nggak ada hasil ," kata Sigit Prasetyo kepada JawaPos.com.
Ache Imran, warga Parung Panjang lainnya, meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang jangan mau menerima kebijakan gila dari pemerintah Kabupaten Bogor dengan membolehkan truk tambang melintas pada siang hari. Apalagi, Tangerang dianggap tidak mendapat keuntungan apa pun dari aktivitas pertambangan.
"Tangerang jangan mau terima. Kalian hanya dapat sampah, pemasukan dari tambang masuknya ke Jawa Barat. Kalian malah harus keluar uang buat perbaiki jalan yang rusak," kata Ache Imran menggebu.
Dia juga mengatakan, pemerintah Kabupaten Bogor sama sekali tidak menganggap rakyat Parung Panjang sebagai manusia. Mereka dinilai tidak peduli sama sekali dengan penderitaan rakyat Parung Panjang dan sekitar.
"Masyarakat sama sekali nggak dilihat, jalan sudah separuh, masih dilewati truk tambang kayak gitu. Mereka nggak tinggal di Parung Panjang,jadi nggak pernah ngerasain dampaknya. Dikira volume truknya sedikit kali," tuturnya.
"Mau gimana lagi mas, mau marah ke siapa ? Kita masyarakat nggak ada tempat," timpal Benny.
Hasil pertemuan yang difasilitasi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, menghasilkan kesepakatan bahwa angkutan tambang berisi hanya boleh beroperasi pada malam hari. Tepatnya mulai pukul 22.00–05.00 WIB.
Adapun truk tambang tanpa muatan alias kosong diperbolehkan melintas pada pukul 13.00–16.00 WIB.
Pemerintah Kabupaten Bogor sebenarnya juga mengundang jajaran pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mencarikan solusi truk tambang pada Jumat (19/9) kemarin. Hanya saja, Bupati Tangerang tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022