
Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) Jakarta bersama Urban Poor Consortium (UPC) resmi melayangkan surat ke Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, pada Senin (8/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) Jakarta bersama Urban Poor Consortium (UPC) resmi melayangkan surat ke Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, pada Senin (8/9). Isi surat tersebut menegaskan penolakan keras terhadap Raperda yang mengubah status badan hukum PAM Jaya dari PERUMDA menjadi PERSERODA.
Koordinator JRMK, Minawati, menegaskan air adalah kebutuhan dasar manusia dan bukan barang dagangan. Manusia tidak bisa hidup tanpa air dan air tidak tergantikan keberadaannya.
"Oleh karena itu air bukan komoditas, air adalah hak asasi manusia dan harus dilindungi dari komersialisasi," ujar Minawati di DPRD DKI Jakarta, Senin (8/9).
Ia mengingatkan bahwa Pasal 33 ayat (2) dan (3) UUD 1945 sudah menegaskan penguasaan negara atas sumber daya yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Pengubahan status badan hukum PAM Jaya berpotensi membuka jalan bagi komersialisasi.
Dampaknya, tarif air dikhawatirkan naik dan pelayanan publik menurun karena berorientasi pada keuntungan.
"Raperda perubahan badan hukum PAM Jaya tersebut adalah pelanggaran terang-terangan terhadap konstitusi dan secara kejam tanpa empati membuat orang miskin semakin jauh dari akses untuk air," kata Minawati.
Dalam surat resmi itu, JRMK dan UPC menyampaikan tiga sikap tegas:
JRMK juga mengkritik penyusunan Raperda yang dinilai tidak melibatkan warga miskin kota sebagai pihak terdampak langsung.
“Dapat kami sampaikan juga bahwa Raperda tersebut tidak melalui proses partisipasi yang bermakna. Kami beserta seluruh anggota JRMK Jakarta adalah masyarakat yang bertempat tinggal dan penduduk Jakarta, tidak pernah dilibatkan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam penyusunan Raperda tersebut,” ujar Minawati.
Sementara itu, Staf advokasi UPC Nafisa menyataoan akan menggelar aksi di depan gedung DPRD DKI pada Rabu (10/9). Aksi tersebut diperkirakan akan diikuti 500 orang masa.
"Sekitar 500 massa aksi. Dan kemungkinan kami akan melakukan aksi-aksi lanjutan jika memang tuntutan kami tidak ada respons dari DPRD Jakarta," terangnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
