
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Ade Ary Syam Indradi (dua dari kanan) memberi keterangan soal penangkapan pelaku anarkisme di Jakarta, Rabu (3/9/2025). (Yogi Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Polda Metro Jaya mengamankan 337 orang terkait aksi anarkis di sekitar gedung DPR/MPR pada Senin (25/8) lalu. Sebagian di antaranya positif menggunakan narkotika.
Dari 337 orang itu, sebanyak 202 di antaranya adalah anak-anak yang datang karena diduga terhasut oleh ajakan akun media sosial yang diadmini oleh Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen Rismansyah (DMR) dkk.
Polisi juga mengungkap sebanyak 22 dari 337 pelaku aksi anarkis yang membuat kericuhan di Jakarta terdeteksi positif narkoba. Nantinya, sebanyak 22 orang ini akan direhabilitasi.
"Dari 337 masyarakat yang diamankan, terdapat 22 orang yang urinenya positif mengandung narkoba. Baik dari jenis metamfetamin, kemudian THC, maupun obat-obat keras," kata Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, Rabu (3/9).
David menyebut sebanyak 22 terduga perusuh yang kedapatan positif narkoba juga dijerat menggunakan pasal terkait.
"Terhadap para pengguna narkoba akan kami terapkan Pasal 127 ayat 1 dan akan kami lakukan penyembuhan, rehabilitasi terhadap mereka-mereka agar kembali sembuh, baik secara sosial maupun secara medis," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Ade Ary Syam Indradi menyampaikan, pihaknya melaksanakan proses hukum berlandaskan pada fakta di lapangan.
Proses hukum juga berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur. Sehingga proses tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
Ade Ary memastikan, penyidik akan terus melakukan pendalaman terhadap rangkaian proses hukum yang sedang berjalan. Termasuk pada para pihak yang sudah dijadikan tersangka.
Baik tersangka yang diduga menghasut, diduga merusuh, dan diduga merusak selama aksi massa berlangsung pekan lalu.
"Selanjutnya, penyidik akan terus melakukan pendalaman, pengembangan untuk mengejar para pelaku lainnya yang diduga melakukan tindak pidana untuk membuat terang peristiwa ini. Dan sekali lagi Polda Metro Jaya berkomitmen akan mengusut tuntas secara pasti," tegasnya.
Polisi kemudian mendata ratuusan orang yang diamankan itu. Pelaku anak-anak di bawah 18 tahun kemudian dikembalikan ke orang tuanya masing-masing.
"Kemudian dilakukan konseling terhadap anak dengan mengundang stakeholder, mengundang KPAI, dinas terkait, mengundang orang tuanya, menghubungi pihak sekolahnya. Keesokan harinya anak-anak ini dikembalikan ke orang tuanya, ke keluarganya masing-masing," tutupnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
