
Polda Metro Jaya amankan 54 pelajar yang berencana ikut demo buruh, 120 pelajar sebelumnya sudah diamankan. (istimewa)
JawaPos.com - Upaya Polda Metro Jaya mencegah keterlibatan pelajar dalam demo buruh hari ini (28/8) berlanjut. Siang ini, polisi mengamankan 54 orang pelajar. Puluhan pelajar itu dilarang bergabung dengan massa aksi demo di DPR. Satu di antara puluhan pelajar tersebut kedapatan membawa 9 busur panah.
"Dari Stasiun Palmerah, 53 pelajar diamankan. Seorang pelajar diamankan dari Stasiun Tanah Abang membawa 9 busur panah," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi.
Sebelumnya, pada pukul 08.30 WIB sudah diamankan 120 orang pelajar dari berbagai daerah. Mereka dicegah bergerak ke DPR untuk bergabung dengan massa aksi demo buruh. Para pelajar itu diamankan di beberapa polres jajaran Polda Metro Jaya.
"Bahwa tadi pagi ada setidaknya 120 pelajar yang dicegah dan dilindungi, itu juga dalam rangka kegiatan yang humanis. Pelajar yang ditemukan, dicegah, tadinya mau berangkat ke DPR itu jam 08.30 WIB. Posisi jam 08.30 WIB tadi itu ada 120 yang dicegah, dilindungi, itu juga tetap dilakukan tindakan secara humanis," ujarnya.
Ade Ary menyatakan bahwa anak-anak tersebut sudah diberi edukasi dan diingatkan tidak ikut-ikutan berdemo. Sebab, demo yang dilaksanakan hari ini adalah demo buruh. Sementara kewajiban anak-anak tersebut sebagai pelajar adalah mengikuti pelajaran di sekolah.
"Kami berharap kerja sama dari semua pihak agar pelaksanaan kegiatan penyampaian pendapat, kemudian kegiatan masyarakat lain di sekitar DPR yang akan melewati, melalui, atau melintas, itu semuanya juga bisa aman," ungkap Ade Ary.
Dia memastikan bahwa seluruh jajaran Polda Metro Jaya sudah diperintahkan untuk melaksanakan tugas pengamanan dengan cara-cara yang humanis. Tidak melakukan tindakan kasar apalagi sampai melukai peserta aksi. Hal itu, kata dia, sudah ditekankan oleh Kapolda Metro Jaya.
"Dan kami menghaturkan permohonan maaf apabila dalam proses secara situasional nanti ada pengalihan arus, misalkan, kami mohon maaf. Kami sampaikan di depan, apapun yang petugas kami lakukan di lapangan secara humanis, secara preemptive, edukatif. Itu semata-mata untuk kelancaran dan terwujudnya keamanan dan ketertiban," ujarnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
