Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Agustus 2025 | 20.03 WIB

Kembali Cegah Pelajar Ikut Demo Buruh, Polisi Amankan 54 Orang dan 9 Busur Panah

Polda Metro Jaya amankan 54 pelajar yang berencana ikut demo buruh, 120 pelajar sebelumnya sudah diamankan. (istimewa) - Image

Polda Metro Jaya amankan 54 pelajar yang berencana ikut demo buruh, 120 pelajar sebelumnya sudah diamankan. (istimewa)

JawaPos.com - Upaya Polda Metro Jaya mencegah keterlibatan pelajar dalam demo buruh hari ini (28/8) berlanjut. Siang ini, polisi mengamankan 54 orang pelajar. Puluhan pelajar itu dilarang bergabung dengan massa aksi demo di DPR. Satu di antara puluhan pelajar tersebut kedapatan membawa 9 busur panah. 

"Dari Stasiun Palmerah, 53 pelajar diamankan. Seorang pelajar diamankan dari Stasiun Tanah Abang membawa 9 busur panah," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi. 

Sebelumnya, pada pukul 08.30 WIB sudah diamankan 120 orang pelajar dari berbagai daerah. Mereka dicegah bergerak ke DPR untuk bergabung dengan massa aksi demo buruh. Para pelajar itu diamankan di beberapa polres jajaran Polda Metro Jaya

"Bahwa tadi pagi ada setidaknya 120 pelajar yang dicegah dan dilindungi, itu juga dalam rangka kegiatan yang humanis. Pelajar yang ditemukan, dicegah, tadinya mau berangkat ke DPR itu jam 08.30 WIB. Posisi jam 08.30 WIB tadi itu ada 120 yang dicegah, dilindungi, itu juga tetap dilakukan tindakan secara humanis," ujarnya. 

Ade Ary menyatakan bahwa anak-anak tersebut sudah diberi edukasi dan diingatkan tidak ikut-ikutan berdemo. Sebab, demo yang dilaksanakan hari ini adalah demo buruh. Sementara kewajiban anak-anak tersebut sebagai pelajar adalah mengikuti pelajaran di sekolah. 

"Kami berharap kerja sama dari semua pihak agar pelaksanaan kegiatan penyampaian pendapat, kemudian kegiatan masyarakat lain di sekitar DPR yang akan melewati, melalui, atau melintas, itu semuanya juga bisa aman," ungkap Ade Ary. 

Dia memastikan bahwa seluruh jajaran Polda Metro Jaya sudah diperintahkan untuk melaksanakan tugas pengamanan dengan cara-cara yang humanis. Tidak melakukan tindakan kasar apalagi sampai melukai peserta aksi. Hal itu, kata dia, sudah ditekankan oleh Kapolda Metro Jaya. 

"Dan kami menghaturkan permohonan maaf apabila dalam proses secara situasional nanti ada pengalihan arus, misalkan, kami mohon maaf. Kami sampaikan di depan, apapun yang petugas kami lakukan di lapangan secara humanis, secara preemptive, edukatif. Itu semata-mata untuk kelancaran dan terwujudnya keamanan dan ketertiban," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore