Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 21.12 WIB

Anggota DPRD DKI Kenneth Minta Usut Tuntas Kasus Remaja 15 Tahun Jadi LC di Jakarta Barat

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth. (Istimewa)

JawaPos.com - Praktik eksploitasi anak di bawah umur makin mengkhawatirkan. Seorang remaja dipekerjakan sebagai pemandu lagu atau lady companion (LC) di salah satu karaoke wilayah Jakarta Barat. Mirisnya lagi, korban sampai hamil. 

Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengecam perbuatan eksploitasi anak. Dia mengkritik lemahnya pengawasan perlindungan anak di Jakarta. Perbuatan para pelaku bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merampas hak hidup, martabat, dan masa depan seorang anak. Perbuatan itu sebuah kejahatan yang setara dengan pembunuhan masa depan.  

"Ketika anak SMP diperdagangkan menjadi LC, dipaksa melayani nafsu bejat orang dewasa hingga hamil lima bulan, itu artinya kita sedang hidup di tengah kegagalan besar melindungi masa depan bangsa," tegas Hardiyanto Kenneth pada Senin (11/8). 

Anggota Fraksi PDIP meminta aparat penegak hukum untuk menangkap dan menyeret semua pelaku, termasuk pemilik bar, perekrut, hingga yang melindungi bisnis kotor tersebut.

"Saya mendesak kepada pihak kepolisian untuk menangkap semua orang yang terlibat dalam bisnis kotor ini," ujar anggota dewan yang biasa disapa Bang Kent itu. 

"Usut tuntas jaringan pelaku, termasuk pihak-pihak yang mendanai, memfasilitasi, atau menutup mata terhadap praktik ini. Hukuman maksimal tanpa keringanan. Tidak cukup penjara," sambung Kent. 

Kent mendesak Pemprov DKI Jakarta segera memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap tempat hiburan malam, apartemen, serta penggunaan media sosial yang digunakan untuk menjebak anak-anak. Bila perlu menutup dan mencabut izin tempat hiburan yang terlibat.  

Selain itu, memperketat penggunaan ruang digital da media sosial. Jangan sampai dipakai untuk menjebak anak. Semua harus dipantau. "Pelaku perekrutan online diberi hukuman setimpal. KPAI dan Dinas PPAPP wajib mendampingi korban secara penuh, mulai dari trauma healing, bantuan medis, hingga jaminan pendidikan kembali," beber Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu. 

Kent pun mengajak seluruh masyarakat untuk berani melapor jika melihat tanda-tanda perdagangan anak. Ini bukan hanya tugas aparat, ini perang melawan kejahatan kemanusiaan. Tidak boleh ada ruang di Jakarta untuk predator anak. Setiap anak berhak atas masa depan yang aman, sehat, dan bermartabat. Kita tidak akan membiarkan Ibu Kota menjadi surga bagi pelaku eksploitasi seksual. 

"Jakarta tidak boleh menjadi surga bagi predator anak. Setiap detik kita diam, ada anak lain yang terancam menjadi korban," kecamnya. Dia mengkritik para pejabat publik yang tidak bisa melindungi anak-anak. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore