Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 13.12 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Sebut Digitalisasi Dalam Transaksi Keuangan Bisa Kurangi Copet

Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Pemprov DKI Jakarta/Antara) - Image

Gubernur Jakarta Pramono Anung. (Pemprov DKI Jakarta/Antara)

JawaPos.com–Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, digitalisasi dalam transaksi keuangan bisa mengurangi copet dan aksi premanisme di masyarakat termasuk di pasar-pasar.

”Kalau digitalisasi (transaksi keuangan) ini jalan, copet akan berkurang. Preman perlahan-lahan akan hilang. Sudah pasti,” kata Pramono Anung seperti dilansir dari Antara.

Selain itu, digitalisasi dalam transaksi keuangan juga meningkatkan transparansi dan memudahkan masyarakat. ”Semakin maju orang menggunakan digital, yang namanya copet itu juga akan berkurang,” tutur Pramono Anung.

Lalu, berkaca pada manfaat penerapan digitalisasi di sektor keuangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengadakan lomba digitalisasi di pasar yang melibatkan 20 pasar di lima wilayah kota administrasi Jakarta.

”Lomba digitalisasi ini saya yakin akan memberikan manfaat yang banyak, terutama bagi para pedagang, bagi para pembeli, dan tentunya bagi pemerintah Jakarta, transparansi itu akan semakin terbentuk,” terang Pramono.

Pramono mengatakan, adanya lomba digitalisasi pasar juga dapat membuat perbankan ikut berkompetisi melakukan literasi digital di pasar-pasar Jakarta.

Lomba ini melibatkan lima bank, meliputi Bank Jakarta, Mandiri, BCA, BRI, dan BNI. ”Saya mengharapkan lomba digitalisasi pasar ini benar-benar akan membuat gairah pasar-pasar di Jakarta hidup,” tandas Pramono.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widiyanto menambahkan, lomba digitalisasi pasar ini bertujuan mendorong literasi keuangan di kalangan pedagang pasar, mempercepat masuknya pedagang pasar ke ekosistem perbankan dan digital. Kemudian, menjadikan transaksi lebih aman dan nyaman, mempermudah pedagang untuk mengakses pembiayaan dari bank mitra dan meningkatkan kebersihan dan kenyamanan pasar.

Adapun aspek yang dinilai dalam perlombaan ini aspek pasar dan digitalisasi perbankan. Agus Himawan Widiyanto berharap lomba ini tidak hanya dapat meningkatkan literasi digital di kalangan pedagang pasar, tetapi juga untuk membangun pasar yang lebih tertib, modern dan efisien dalam pengelolaan maupun pelayanan.

Dengan begitu sehingga dapat tercipta sinergi antara tradisi dan teknologi, antara kearifan lokal dan kemajuan zaman serta dapat menjadikan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat yang tangguh dan berkelanjutan.

”Mari bersama-sama kita sukseskan lomba digitalisasi pasar ini sebagai momentum kebangkitan pasar tradisional yang inklusif dan berdaya saing,” ucap Agus.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore