Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Juli 2025 | 23.16 WIB

4 Anak Meninggal Akibat Kebakaran di Bukit Duri, Rano Ajak Antisipasi Korsleting Listrik

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Musibah kebakaran kembali terjadi di Jakarta, pada Sabtu (19/7). Lokasinya ada di Jalan Kutilang 02, Bukit Duri, Jakarta Selatan. Ada empat korban jiwa dampak kebakaran itu. Perinciannya, tiga anak perempuan yang bernama Putri Lafina, 13; Khairunisa, 3; Azizah, 4 dan satu anak laki-laki bernama Azkia, 4.

Wakil Gubernur DKI Rano Karno bersama jajarannya bertakziah sekaligus melihat korban ke Kelurahan Bukit Duri, kemarin (20/7).

"Dari informasi yang kami terima, tiga bangunan terbakar, salah satunya merupakan rumah kost. Diduga api berasal dari percikan api akibat korsleting listrik di salah satu kamar kosong rumah kost tersebut," ujar Rano.

Baca Juga: Orang yang Bangun di Waktu yang Sama Setiap Pagi Tanpa Alarm Biasanya Memiliki 7 Ciri Kepribadian Psikologis Ini

Selain empat korban meninggal, saat ini ada sebanyak 25 warga yang harus mengungsi di tenda darurat karena tempat tinggal mereka dilahap oleh sijago merah tersebut.

Terhadap korban yang meninggal, dia menyebutkan Pemprov DKI memberikan santunan kepada keluarganya. Begitu juga korban yang ada di pengungsian itu, lelaki yang dikenal lewat peran Bang Doel itu juga memerintahkan jajarannya untuk memenuhi kebutuhan dasar korban di pengungsian tersebut.

Tidak hanya itu, dia juga menyatakan Pemprov DKI siap memindahkan warga ke rusun jika bersedia direlokasi ataupun merehab rumah warga yang terbakar tersebut.

"Tapi, bedah rumah baru bisa dilakukan apabila memang garis polisi sudah tercabut. Karena kan sekarang ini masih proses pemeriksaan dari kepolisian," imbuhnya.

Baca Juga: Jika Seseorang Sering Memakai Headphone di Depan Umum, Psikologi Mengatakan Mereka Mungkin Mengekspresikan 8 Perilaku Sosial Ini

Lebih lanjut, dia mengimbau kepada warga Jakarta untuk waspada dalam menggunakan listrik. Sebab, sebanyak 90 persen kejadian kebakaran di ibukota disebabkan oleh korsleting listrik. Oleh karena itu perlu selain menyiapkan alat sebagai antisipasi, kesadaran masyarakat juga sangat diperlukan.

"Minimal, kalau kelar misalnya masak nasi atau apa, ngecas HP, dicabut lah. Supaya tidak terlalu lama, lama-lama akan panas juga," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan menyebutkan, objek terdampak kebakaran di RT 02 RW 02 Kelurahan Bukit Duri itu ada dua rumah tinggal dan satu rumah kos.

Adapun total korban terdampak per, kemarin (20/7), yakni 16 kepala keluarga (KK) atau 46 jiwa. Dari jumlah itu sebanyak 10 KK terdiri dari 25 jiwa mengungsi ke tenda yang didirikan di Jalan Katik RT 02/09, Bukit Duri, Tebet.

"Sementara, untuk estimasi kerugian dampak kebakaran itu sekitar Rp 674 juta," katanya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore