Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Juli 2025 | 17.26 WIB

Jakarta Kembali Terendam! 1.026 Warga Mengungsi Akibat Banjir Kiriman dan Rob

Ilustrasi banjir rob. (Dok/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi banjir rob. (Dok/Jawa Pos)

JawaPos.com - Banjir besar kembali melanda Jakarta akibat kombinasi curah hujan tinggi, banjir kiriman, serta pasang maksimum air laut. Dampaknya tidak hanya menyebabkan 100 RT dan 3 ruas jalan terendam, tetapi juga memaksa 1.026 warga mengungsi ke berbagai lokasi penampungan.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menjelaskan, banjir kali ini dipicu oleh sejumlah faktor alam yang terjadi bersamaan. BMKG sendiri telah memberikan peringatan dini banjir pesisir atau  Rob dalam rentang waktu 4 Juli - 13 Juli 2025. 

Banjir rob Jakarta terjadi karena adanya pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase Perigee dan Bulan Baru.

Selain itu, hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek juga menyebabkan naiknya tinggi muka air di berbagai pos pantau seperti Katulampa, Depok, Sunter Hulu, hingga Angke Hulu. Kondisi ini menyebabkan beberapa kawasan di Jakarta tergenang, dengan ketinggian air mencapai hingga 150 cm.


Banjir terparah terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Di Kelurahan Cipinang Melayu, tercatat 15 RT tergenang dengan ketinggian hingga 150 cm. Sementara di Kelurahan Pela Mampang, 13 RT ikut terendam hingga 150 cm.

Jumlah pengungsi dan lokasi pengungsian di Jakarta pun terus bertambah. Saat ini total jumlah pengungsi mencapai 294 KK atau 1.026 jiwa, tersebar di sejumlah titik penampungan. 

Berikut titik lokasi pengungsian di Jakarta beserta jumlah pengungsinya: 

  1. Masjid Jami Al Khaer, Kedaung Kali Angke: 10 KK, 20 jiwa
  2. Musholla Kelurahan Kedoya Selatan: 12 KK, 37 jiwa
  3. RPTRA Segas, Masjid Nurul Huda, dan Masjid Al Muhajirin Karet Tengsin: 44 KK, 156 jiwa
  4. Masjid Al Muqorobbin, Universitas Borobudur, Al Hidayah Cipinang Melayu, Tenda BPBD, RW 10: 95 KK, 337 jiwa
  5. Masjid Jami Ittihadul Ikhwan Kampung Melayu: 24 KK, 74 jiwa
  6. SDN 01/02 Kampung Melayu: 37 KK, 119 jiwa
  7. Masjid Al-Hawi Cililitan: 3 KK, 11 jiwa
  8. Mushala Al-Ishlah Kampus Binawan Cawang: 11 KK, 30 jiwa
  9. Masjid Al Ridwan dan Musholla Sibili Jatipadang: 23 KK, 75 jiwa
  10. Aula Kelurahan Bidara Cina: 33 KK, 137 jiwa

Baca Juga: 5 Zodiak yang Dikenal Paling Setia Menemani Pasangan Lewat Suka dan Duka, Kamu Termasuk Nggak? 

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel ke lokasi terdampak untuk memantau dan menangani genangan. Dinas teknis seperti Dinas SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat juga dikerahkan untuk menyedot air dan memastikan saluran air berfungsi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir.

“BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” tambahnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore