
Sejumlah pengunjung CFD Depok berswafoto dengan latar anggota pasukan polisi berkuda. (Kuswandi/JawaPos.com)
JawaPos.com – Hadirnya Car Free Day (CFD) yang digelar di Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat memberikan angin segar kepada masyarakat yang ingin berolahraga sembari mencari makanan atau minuman. Selain itu, dengan adanya hari bebas kendaraan bermotor itu, juga membantu perekonomian warga dan para pedagang yang berjualan di trotoar sepanjang area CFD. Sayangnya, hal ini terciderai dengan banyak oknum ‘preman’ yang diduga melakukan pungli kepada para pedagang yang berjualan.
Yati, (bukan nama sebenarnya) salah satu pedagang makanan, mengaku pernah menjadi korban pungli oknum preman saat pertama kali ingin berjualan di CFD Depok. Awalnya, dia mencari berbagai informasi terkait aturan main berjualan di CFD Depok. Selanjutnya, dari informasi yang dia dapatkan dari saudaranya, dia diminta mentransfer uang Rp 50 ribu per satu lapak.
Karena berminat, malam hari sebelum hari pelaksanaan CFD pertama dilakukan, Yati tanpa pikir panjang langsung mentransfer uang senilai Rp 100 ribu untuk dua lapaknya, ke nomor rekening yang dikirimkan pihak oknum preman tersebut. Setelah mentransfer, Rini mendapat pesan berantai whatApp dari oknum preman tersebut melalui saudaranya.
“Untuk para tenant yang ikut di acara CFD Margonda saya di lokasi jam 3 pagi, nanti saya standby dekat Pesona Khayangan biar tenant bisa langsung di arahin. Untuk pedagang datang lebih awal ya, terima kasih,” demikian bunyi pesan berantai yang didapatkan Yati.
Atas pesan tersebut, sekitar pukul 03.30 WIB, Yati melalui saudaranya datang ke depan Pesona Khayangan. Namun saat mengonfirmasi bahwa saudaranya sudah di tempat yang diarahkan, oknum preman atas nama Rahman itu tak kunjung hadir.
“Nggak ada orangnya. Dihubungi gak bisa. Tahu gak pada bayar, saya gak mau bayar,” sesal Yati.
Lain Yati, lain pula pengalaman Budi (bukan nama sebenarnya). Pedagang aksesoris ini mengaku menjadi korban pungli preman berkedok Ormas seusai berdagang pada hari pertama pelaksanaan CFD Depok.
“Saya dimintai duit Rp 40 ribu sama oknum Ormas pas hari pertama,” ungkap Budi.
Karena dagangan sepi, Budi pun sempat berdebat dan tak mengamini permintaan oknum preman tersebut. Namun, karena terus diminta dan takut terjadi apa-apa, Budi pun akhirnya merogoh koceknya, dan memberikan uang senilai Rp 5000 kepada oknum preman jalanan itu.
Di lain pihak, Riri, pedagang minuman asal Tanah Baru, Depok mengaku resah dengan ulah oknum-oknum preman berkedok Ormas tersebut. Para preman tersebut kata Riri, mengklaim sebagai koordinator wilayah untuk mengepalai pengurusan sejumlah lapak di sepanjang jalan Margonda, Depok.
“Saya mendapat cerita dari pelapak di sebelah, kalau dia sempet dipungut biaya Rp 80 ribu sama koordinator,” ucap Riri.
Riri mengaku heran atas klaim tersebut. Karena sejauh ini, pihak Pemkot belum menata secara resmi perihal aturan main berdagang di area CFD.
“Entah dari mana dan atas dasar apa mereka memungut biaya,” ketus Riri.
Riri bersyukur, sejauh ini dirinya belum pernah ketemu dengan oknum preman yang mengklaim sebaagai koordinator-koordinator dan dipungut biaya. Namun dengan adanya ulah oknum-oknum preman itu, dirinya juga merasa was-was kalau suatu kali bertemu dengan oknum preman yang mengaku sebagai koordinator wilayah dan dimintai uang.
“Kalau jualan di trotoar kenapa dipungut biaya sama koordinator yang datang entah dari mana? Apa dasar hukum mereka?. Kalau jualannya di lahan mereka, boleh lah mereka minta bayaran. Tapi kalau di trotoar, apa hak mereka? Klo gak ada dasarnya, jatuhnya Pungli dong," tandas Riri.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
