Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Februari 2025 | 02.15 WIB

Atasi Kemacetan dan Kecelakaan di Jakarta Utara, Gubernur Jakarta Pramono Diminta Bangun Buffer Area untuk Truk Kontainer

 

Ilustrasi kemacetan di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 
 
JawaPos.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung diminta membangun buffer area yang berada di luar kawasan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hal itu diperlukan agar lalu lintas truk kontainer di Jakarta Utara menjadi lebih tertata.
 
Koordinator Aliansi Jakarta Utara Menggugat (A-JUM) Anung meminta Pemprov DKI Jakarta segera merencanakan, menyiapkan dan menyediakan buffer area di luar kawasan pelabuhan sebagai terminal terpadu khusus angkutan logistik. 
 
Lokasi itu berfungsi sebagai penyangga antara aktivitas pelabuhan dan lingkungan sekitarnya sebagai solusi penataan Kota dan menyelesaikan sengkarutnya persoalan akut di Jakarta Utara. 
 
"Nah inilah terminal terpadu ini yang menjadi regulasi dan menjadi upaya bagaimana menata dan mengatur jalannya proses truk-truk trailer termasuk kontainer," ujar Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu (26/2). 
 
Anung melanjutkan, nantinya juga diperlukan aplikasi yang mengatur arus lalu lintas truk kontainer. Sehingga, tidak ada lagi pool truk yang berada di tengah permukiman masyarakat. 
 
Menurutnya, konsep ini sudah ada sejak lama namun tidak kunjung terealisasi sejak tahun 2022. 
 
"Kawan-kawan dari pemerintah kota, dari stakeholder termasuk dari Pelindo dan pihak KBN (PT Kawasan Berikat Nusantara) juga mengusulkan, dari masyarakat mengusulkan, bahwa harus ada sistem aplikasi yang terpadu dan integrasi secara digital. Makanya inilah yang menghubungkan satu sama lain," ucapnya.
 
Anung menegaskan pentingnya penataan truk kontainer di Jakarta Utara. Pasalnya, setiap harinya terdapat 6.000 truk kontainer yang keluar dan masuk area pelabuhan Tanjung Priok. 
 
Jumlah tersebut itu sudah melebihi kapasitas jalan yang ada di Jakarta Utara. Selain itu, kecelakaan yang terjadi akibat truk juga terjadi hampir setiap hari.
 
"Permukiman warga juga semakin terdampak karena keberadaan pool dan depo truk yang berdiri di tengah pemukiman. Akibatnya, kemacetan meluas hingga wilayah Koja, Cilincing, dan Tanjung Priok," ujar Anung.
 
 
Ia meminta Gubernur Jakarta Pramono Anung melakukan upaya serius, kongkrit dan terencana dalam menangani masalah kemacetan lalu lintas beserta dampaknya di Jakarta Utara. Serta melaksanakan penataan Kota Pelabuhan sebagai prioritas program untuk segera dilaksanakan. 
 
Tak hanya itu, Anung juga meminta agar Pemprov DKI Jakarta memperluas pembatasan jam operasional melintas bagi kendaraan berat (truk-trailer/container). Pembatasan jam operasional truk sejatinya telah dilakukan pada pukul 06.00 – 09.00 WIB dan Pukul 16.00 – 21.00 WIB untuk wilayah Plumpang Semper.
 
"Jangan hanya di Plumpang Semper. Tapi ada di jalan Cacing Raya, ada di Pegangsaan dua, dan jalan-jalan lainnya yang ada di permukiman warga. Termasuk juga penutupan depo-depo yang ada di permukiman warga," ucapnya.
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore