
Warga membongkar toren yang berisikan mayat.
JawaPos.com - Polisi membutuhkan waktu hingga 3,5 jam untuk mengevakuasi mayat pria dalam toren air di rumah warga Pondok Aren, Tangerang Selatan. Kondisi mayat yang sudah membengkak membuat evakuasi berjalan lebih lambat.
Diketahui bahwa mayat tanpa identitas ditemukan di dalam toren rumah warga pada Senin (27/5) sekitar pukul 17.30 WIB. Tepatnya di Gang Samid Sian RT 003/001, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, proses evakuasi mayat dalam toren itu dilakukan sejak pukul 18.30-22.00 WIB. Evakuasi pertama dilakukan dengan mengosongkan air yang penuh di dalam toren.
"Karena toren airnya penuh, dikosongkan dulu," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/5).
Selain itu, kondisi mayat pria yang sudah membengkak itu juga membuat pihaknya mesti memotong besi toren dahulu agar toren tersebut dapat diturunkan.
"Setelah diturunkan, baru proses mengeluarkan mayat dalam toren yang sudah membengkak," tutur Bambang.
"Petugas pun harus menggergaji toren tersebut agar mayat bisa dikeluarkan," imbuhnya.
Setelah itu, tim Inafis dari Polres Tangerang Selatan memasukkan mayat tersebut ke dalam kantong jenazah dan mengantarnya ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati dengan ambulans.
"Untuk dilaksanakan otopsi mayat guna mengetahui penyebab kematian dan waktu kematiannya serta detail identitas jenazah tersebut. Butuh waktu lumayan," pungkas Bambang.
Sebelumnya, sesosok mayat ditemukan membengkak hingga sebesar bantal di dalam toren air rumah warga. Penemuan mayat itu terjadi di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin (27/5).
Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodik mengatakan, mayat di dalam toren air tersebut ditemukan usai warga mencium bau busuk dari air yang mengalir dari toren ke kamar mandi di rumah tersebut. Tak hanya itu, air di rumah saksi atas nama Sutrisno keruh dan berbusa hingga menimbulkan bau busuk.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
