Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Maret 2024 | 22.12 WIB

Kursi DPRD DKI Merosot, Pengamat Sebut Mesin Politik DPD PDIP Jakarta Tak Maksimal

Ilustrasi KPU. - Image

Ilustrasi KPU.

JawaPos.com–Perolehan suara PDI Perjuangan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 tidak memuaskan. Anjlok dibandingkan dengan Pileg 2019.

Imbasnya, kursi PDIP termasuk DPRD DKI Jakarta turun drastis. Dari 25 menjadi cuma 15 kursi periode 2024-2029. Alhasil, posisi PDI Perjuangan di DPRD DKI Jakarta digeser PKS, yang memperoleh suara terbanyak di Pileg DKI.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat menilai, turunnya perolehan suara atau kursi PDI Perjuangan di pileg tahun ini, diakibatkan mesin partai di tingkat provinsi tidak berjalan baik.

”Pimpinan provinsi memiliki tugas memenangkan capres yang diusung partai mereka. Kedua untuk memenangkan atau memperoleh kursi legislatif di DPRD DKI,” ucap Cecep.

Karena itu, menurut dia, perlu ada evaluasi di DPD PDIP Perjuangan DKI Jakarta.

”Ketika perolehan suara tidak sesuai dengan target tentu perlu dievaluasi itu menjadi variabel dari keberhasilan. Kalau kita bicara itu ketua DPW, DPD, ada bapilunya,” tutur Cecep.

Analis politik UI itu menilai, banyak faktor yang menyebabkan suara partai banteng moncong putih kalah dengan PKS. Di antaranya pertama mesin partai di daerah tidak berjalan maksimal. Strategi yang dilakukan meleset jauh.

”Ya bisa enggak jalan (mesin politiknya DPD PDIP DKI) atau kurang tepat strateginya. Apalagi DKI karakteristik pemilih yang rasional voters atau pemilih yang rasional. Tentu saja ini harus giat lagi lebih masif lagi memperoleh dukungan politik,” ucap Cecep.

Menurut dia, PDI Perjuangan DKI Jakarta mesti mempunyai sosok yang mumpuni di tingkat provinsi. Hal itu agar bisa kembalikan kejayaan PDIP di Jakarta.

”Kita lihat hasil pileg. Pada Pileg 2024, DPRD DKI itu terjadi perubahan perolehan suara dan juga kursi. Dipimpin PKS diikuti PDIP dan Gerindra,” ucap Cecep.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta telah merampungkan rekapitulasi penghitungan suara hasil pemilihan legislatif (pileg) untuk DPRD DKI Jakarta. KPU DKI menuntaskan penghitungan suara tingkat provinsi selama 3 hari, mulai 7 hingga 9 Maret.

Hasil rekapitulasi penggunaan hak suara di Provinsi DKI sebanyak 6.558.734 pemilih. Dengan rincian laki-laki sebanyak 3.147.199 orang dan perempuan sebanyak 3.411.535 orang serta pemilih disabilitas sebanyak 24.981 orang.

Hal tersebut berdasar Keputusan KPU Provinsi DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2024. Terdapat 11 partai politik yang lolos dalam Pileg DPRD DKI Jakarta 2024. Sedangkan ada 7 parpol yang tidak dapat kursi di Parlemen Kebon Sirih.

Adapun jumlah suara dan kursi partai politik di DPRD DKI Jakarta periode 2024-2029, sebagai berikut:

  1. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 470.682 suara (10 kursi)
  2. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra): 728.297 suara (14 kursi)
  3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): 850.174 suara (15 kursi)
  4. Partai Golongan Karya (Golkar): 517.819 suara (10 kursi)
  5. Partai Nasdem: 545.235 suara (11 kursi)
  6. Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 1.012.028 suara (18 kursi)
  7. Partai Amanat Nasional (PAN): 455.906 suara (10 kursi)
  8. Partai Demokrat: 444.314 suara (8 kursi)
  9. Partai Solidaritas Indonesia (PSI): 465.936 suara (8 kursi)
  10. Partai Perindo: 160.203 suara (1 kursi)
  11. Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 153.240 suara (1 kursi).

Berikut 7 parpol yang tak lolos di DPRD DKI beserta perolehan suara:

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore