alexametrics

Bukan Rumah DP 0 Rupiah, Pemprov DKI Akan Resmikan 12 Rusun

24 Juni 2019, 13:45:46 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera meresmikan tempat tinggal untuk masyarakat yang membutuhkan. Program itu bukan unggulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yaitu Rumah DP 0 Rupiah. Melainkan, Rumah Susun (Rusun) yang sudah selesai pembangunannya sebentar lagi sudah bisa ditempati bagi pemohon yang sudah mengajukan pengajuan.

Kepala Bidang Pembinaan, Penertiban, dan Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) DKI Jakarta, Meli Budiastuti mengatakan ada 12 rusun di seluruh Jakarta yang sudah siap huni. Seluruhnya akan diresmikan pada Agustus mendatang.

“Iya semuanya, kan terhadap 12 lokasi rusun yang sudah ada pemohon yang sudah lolos verifikasi, akan dilakukan pengundian dan penghunian secara serentak semuanya,” ujar Meli saat dihubungi wartawan, Senin (24/6).

Jelang diresmikan, Disperkim tengah fokus pada proses verifikasi data para pemohon. Hal ini dimaksudkam supaya pemberian bantuan rusun ini tepat sasaran. Yakni untuk kalangan masyarakat membutuhkan.

“Verifikasi para pemohon kan kita lakukan ke Dukcapil dan BPRD kan mengenai persyaratan-persyaratannya itu, apakah dia memiliki rumah, apa dia memiliki kendaraan roda empat, dan sebagainya,” imbuh Meli.

Rusun Pasar Rumput. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Dari 12 rusun ini, total ada 9.430 unit yang siap ditempati. Sistem pembagiannya yakni akan melalui pengundian serentak. Sehingga tidak ada proses pilih-pilih tempat sesuai keinginan calon penghuni.

Sementara itu, untuk tarif hunian sudah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 Tahun 2018 dan Pergub Nomor 29 Tahun 2019. Harga bervariasi, tergantung lokasi rusun dan program yang diambil setiap penghuni.

Untuk masyarakat yang menempati rusun akibat terkena program revitalisasi seperti dipenjaringan akan mendapat perlakuan khusus. Mereka dijadwalkan sudah menghuni rusun Rawabuaya pada Juli mendatang. Hal itu karena bangunan lama mereka akan segera dibongkar untuk revitalisasi.

Para calon penghuni juga bisa melihat rincian harga sewa masing-masing unit melalui draft pergub 55 Tahun 2018 yang bisa di download di website JDIH BPK RI, https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/88325/pergub-prov-dki-jakarta-no-55-tahun-2018. Dari pantauan JawaPos.com, harga unit tertinggi tipe 36 sekitar Rp 1,5 juta per bulan untuk masyarakat umum dengan penghasilan Rp 4,5 – 7 juta per bulan.

Sedangkan untuk calon penghuni Terprogram harganya sewanya dibawah penghuni umum. Namun, di dalam draft Pergub 55/2018 ini belum termuat untuk daftar harga rusunawa KS Tubun, Palmerah, Jakarta Barat. “Oh (harga sewa) beda. Program Rp 505 ribu untuk masyarakat terprogram. Tapi masyarakat umumnya Rp 665 ribu perbulan,” pungkas Meli.

Kementerian PUPR bangun Rusun Sewa di Tanah Abang Jakarta

Berikut 12 rusun yang akan diresmikan pada Agustus mendatang:

1. Rusun BLK Pasar Rebo total 346 unit

2. Rusun Nagrak total 3.570 unit

3. Rusun Rorotan total 1.020 unit

4. Rusun Semper total 233 unit

5. Rusun KS Tubun total 524 unit

6. Rusun Rawa Buaya total 778 unit

7. Rusun Pulogebang Penggilingan total 636 unit

8. Rusun Penggilingan total 1.530 unit

9. Rusun Pulogebang total 255 unit

10. Rusun Rawa Bebek total 255 unit

11. Rusun Pengadegan total 188 unit

12. Rusun Tegal Alur 95 unit

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads