Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juni 2026 | 22.44 WIB

Halte Setiabudi Integritas Resmi Hadir di Jakarta, KPK: Upaya Membumikan Nilai-nilai Antikorupsi di Kehidupan Masyarakat

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Transjakarta resmi memperkenalkan Halte Transjakarta Setiabudi Integritas, Minggu (21/6). (Istimewa).

 

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Transjakarta resmi memperkenalkan Halte Transjakarta Setiabudi Integritas pada Minggu (21/6). Peresmian tersebut dilakukan bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD) yang berlangsung di ibu kota.

Halte Transjakarta Setiabudi Integritas turut diresmikan oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto; Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana; Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief; Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung; Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007, Sutiyoso; Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin; dan Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza.

Kehadiran halte dengan nama baru tersebut menjadi bagian dari upaya KPK untuk membawa nilai-nilai integritas dan antikorupsi lebih dekat dengan masyarakat melalui ruang-ruang publik yang digunakan setiap hari oleh warga.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pemberian nama Setiabudi Integritas bukan sekadar penamaan fasilitas publik, melainkan bagian dari strategi membangun budaya antikorupsi yang lebih membumi.

“Bagi KPK, langkah ini merupakan upaya menghadirkan nilai-nilai antikorupsi lebih dekat dengan kehidupan masyarakat,” kata Budi Prasetyo kepada wartawan, Minggu (21/6).

Menurutnya, pembangunan budaya integritas tidak cukup dilakukan melalui pendidikan formal, sosialisasi, maupun berbagai forum resmi. Nilai-nilai tersebut juga perlu hadir di ruang publik yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

KPK menilai, perkembangan konektivitas transportasi publik di Jakarta telah menciptakan lebih banyak ruang interaksi bagi warga. Karena itu, ruang transit seperti halte dinilai dapat menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan positif mengenai integritas.

“Terlebih, konektivitas transportasi publik di Jakarta yang terus berkembang membuat semakin banyak warga berinteraksi dengan berbagai ruang transit setiap hari. Di tengah mobilitas tersebut, pesan-pesan positif tentang integritas diharapkan dapat hadir secara lebih dekat, membumi, dan relevan dengan kehidupan masyarakat,” ujar Budi.

KPK meyakini bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya dapat mengandalkan pendekatan penindakan. Upaya pencegahan, pendidikan, serta keterlibatan masyarakat juga menjadi elemen penting dalam membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan.

Karena itu, KPK mendorong agar nilai integritas terus hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk di fasilitas publik yang setiap hari menjadi titik pertemuan jutaan orang.

Budi berharap masyarakat yang singgah, menunggu, atau melintas di kawasan Halte Setiabudi Integritas dapat membawa pesan sederhana tentang pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Integritas dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, dan dari situlah budaya antikorupsi dapat tumbuh serta mengakar dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, KPK juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta, jajaran Pemprov DKI Jakarta, PT Transjakarta, serta masyarakat yang terus mendukung gerakan pemberantasan korupsi melalui pendekatan pendidikan dan penguatan integritas.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore