Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Desember 2023 | 21.16 WIB

Soal Macet Truk Belum Kunjung Selesai, Camat: Parung Panjang Ini Memang Tertinggal

Antrean kendaraan pribadi dan truk-truk tambang di Jalan Raya Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). Kemacetan imbas dari sejumlah sopir truk berunjuk rasa terkait jam operasional truk tambang di depan Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bo - Image

Antrean kendaraan pribadi dan truk-truk tambang di Jalan Raya Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). Kemacetan imbas dari sejumlah sopir truk berunjuk rasa terkait jam operasional truk tambang di depan Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bo

JawaPos.com - Persoalan lalu lintas truk tambang dari arah Gunung Salak kawasan Cigudeg, Kabupaten Bogor yang melintas di Jalan M Toha, Kecamatan Parung Panjang, belum kunjung selesai. Masyarakat masih mengeluhkan jalan kondisinya rusak parah dan diperparah dengan truk yang membawa material tambang galian C pada siang hari. Melintasnya truk itu mengancam keselamatan nyawa pengendara nontruk.

Tidak hanya itu, melintasnya truk pada siang hari memicu kemacetan lalu lintas begitu panjang. Bahkan pantauan JawaPos.com, pada Kamis (14/12), truk mengular ke Jalan Parung Panjang Raya atau M Toha. Truk itu mengular hingga kawasan Kabupaten Tangerang. Diperkirakan panjang kemacetan itu mencapai 5 kilometer. Kondisi lebih parah terjadi pada Sabtu (9/12). Lalu lintas di Jalan M Thoha yang menghubungkan Parung Panjang (Kabupaten Bogor) dengan Kecamatan Pagedangan (Kabupaten Tangerang) tidak bergerak dari dini hari hingga siang.

Akibatnya masyarakat tidak bisa berpergian. Apalagi kawasan Parung Panjang kini terdapat permukiman baru. Umumnya masyarakat komuter. Umumnya setiap akhir pekan mereka melakukan perjalan bersama keluarga.

Kemacetan parah itu tidak dipungkiri oleh Camat Parung Panjang Icang Aliudin. "Kondisinya memang lagi crowded, pak. Parung Panjang ini memang tertinggal," aku Icang Aliudin kepada JawaPos.com, Sabtu (16/12).

Dia menuturkan, persoalan kemacetan lalu lintas di Parung Panjang tidak bisa diselesaikan di tingkat kecamatan. Harus di tingkat provinsi dan kabupaten. Bahkan beberapa waktu lalu Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin pun sudah meninjau langsung untuk menyelesaikan persoalan truk tambang yang melintas dan memicu kemacetan lalu lintas.

"Masalah ini hanya dituntaskan dengan jalan khusus tambang. Sebagian beberapa sudah mulai dikerjakan. Menjelang jalan itu terbangun kini dilakukan rekayasa lalu lintas," ungkap Icang.

Rekayasa lalu lintas itu diatur dalam peraturan bupati (perbup) nomor 56/2023. Perbup itu menyatakan bahwa truk dari arah Gunung Salak menuju ke arah Parung Panjang dan Tangerang baru bisa melintas pada pukul 22.00 hingga 05.00. Itu untuk truk yang berisi muatan. Lantas untuk truk yang kosong diperbolehkan melintas pada pukul 13.00 hingga 16.00. "Tujuannya tidak ada persinggungan antara truk kosong dan berisi pada malam hari," ujarnya.

Dia mengakui meski sudah diatur dalam perbup, tetapi aturan itu tidak diindahkan oleh sopir truk atau transporter. Buktinya pada beberapa hari lalu para sopir melakukan aksi balasan dengan memarkir kendaraaan di badan jalan dari malam hingga siang hari pada Sabtu (9/12). Akibatnya mobilitas masyarakat jadi terhenti, kecuali bagi yang bias mengakses stasiun KRL Parung Panjang. Bagi yang tidak bisa mengakses terpaka hanya berdiam diri di rumah.

Selain mengatur jalan lalu lintas pada siang dan malam, kata Icang, Pemkab Bogor berusaha menyediakan kantong parkir bagi truk sebelum mereka beroperasi. Adapun kebutuhan kantong parkir untuk truk itu sekitar 10 hektare untuk menampung sekitar 5 ribu truk. Selama ini kantong parkir truk hanya yang disediakan masyarakat. Itu pun dampaknya ada yang memakan badan jalan karena antre masuk. Untuk kantong parkir dari pemerintah daerah masih dalam proses pengerjaan.

Icang tidak bisa berkomentar banyak selain meminta masyarakat untuk bersabar atas kondisi Parung Panjang yang belum tuntas. "Kami mohon bersabar. Pemda sadang berusaha mencarikan solusinya," ujar Icang.

Di tempat terpisah, Koordinator Komunitas Parung Panjang Bersatu, Ule Sulaeman, mengatakan bahwa butuh konsistensi dari pemda mengatur kondisi jalan Parung Panjang agar tidak macet. Sebab, kondisi saat ini semuanya dapat jadi korban. "Solusi besarnya adalah jalan khusus tambang. Tetapi sebelum jalan itu rampung perlu kreativitas dari pemda untuk mengatur jalan raya agar tidak merugikan masyarakat," tandasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore