Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2023 | 03.44 WIB

Korban Penipuan Lowongan Kerja yang Diselamatkan Ojol Diminta Buat Laporan Polisi

ILUSTRASI. Ojol - Image

ILUSTRASI. Ojol

JawaPos.com - Sejumlah pelamar dari lowongan kerja bodong akhirnya diselamatkan pengemudi ojek online (ojol). Namun, kasus yang dialami korban itu belum diketahui dan diterima jajaran Polres Metro Bekasi Kota.

Para korban diminta segera membuat laporan polisi ke Polres Metro Bekasi Kota. Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari beralasan dengan laporan itu jajaran polisi baru bisa bertindak untuk mengusutnya.

"Informasi dari Kapolsek belum ada yang melaporkan. Tolong informasikan saja kalau ada yang dirugikan silakan lapor ke Polsek Bekasi Selatan," kata Kompol Erna Ruswing Andari saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (26/7).

Meski begitu, Erna memastikan petugas telah berinisiatif melakukan penyelidikan awal. Namun, korban didorong membuat laporan resmi jika mengalami kerugian. "Kapolsek berikut Reskrim dan Satpol PP sudah melakukan pengecekan di lokasi dan berita di medsos sudah ditindaklanjuti," jelasnya.

Sebelumnya, penumpang ojek online bernama Gira berhasil diselamatkan Achmad, seorang driver ojek online. Gira diselamatkan dari komplotan penipu lowongan kerja Rumah Toko (Ruko) di Kota Bekasi. Ternyata Gira menjadi korban penipuan dari pihak perusahaan yang mengaku membuka lowongan kerja.

Awalnya, menurut Achmad, dirinya mendapat orderan dari penumpang bernama Gira pada Selasa (25/7) pagi. Achmad curiga dengan chat personal yang dikirim oleh penumpangnya tersebut. Pasalnya, sang penumpang langsung mengatakan jika dirinya gemetaran dan takut di dalam Ruko itu. Padahal, pagi-pagi buta.

Gira kata Acmad, berniat melamar kerja dan berangkat dari kosannya di bilangan Jakarta Barat dengan menumpang KRL menuju Kota Bekasi. “Dapat orderan seperti yang beredar (di Medsos-Red). Langsung bilang (gemetaran-Red) begitu,” kata Achmad saat berbincang dengan JawaPos.com, Rabu (26/7).

Achmad pun curiga dan langsung menanyakan kondisi Gira. “Mas gemetaran kenapa?,” ucap Achmad.

Tak lama kemudian, sang penumpang pun langsung menceritakan kondisinya. Kepada Achmad, Gira mengaku seperti ditahan di dalam Ruko oleh HRD. Bahkan, saat datang melamar kerja, di ruang pendaftaran yang terletak di lantai satu Ruko tersebut dirinya langsung dipaksa disuruh bayar Rp 1,5 juta. Karena takut dan berharap mendapat kerjaan, Gira pun akhirnya merelakan uangnya Rp 350 ribu melayang.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore