Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 April 2023 | 00.46 WIB

Perayaan Paskah, KAJ Soroti Umat yang Jarang Sosialisasi, Hanya Terkungkung Dunia Online

Umat Katolik mengikuti ibadah jalan salib di Gereja Katedral, Jakarta, Jumat (7/4/2023). Ibadah untuk mengenang wafatnya Yesus itu dilakukan dalam rangkaian misa Tri Hari Suci menjelang Hari Raya Paskah yang jatuh pada Minggu (9/4/2023). FOTO : FEDRIK TAR - Image

Umat Katolik mengikuti ibadah jalan salib di Gereja Katedral, Jakarta, Jumat (7/4/2023). Ibadah untuk mengenang wafatnya Yesus itu dilakukan dalam rangkaian misa Tri Hari Suci menjelang Hari Raya Paskah yang jatuh pada Minggu (9/4/2023). FOTO : FEDRIK TAR

JawaPos.com - Perayaan Hari Paskas 2023 Gereja Katedral mengambil tema "Peran Serta Kita Dalam Kesejahteraan Bersama". Tema itu turut menyoroti umat, terutama yang dalam usia muda lebih suka sendiri dikurung dunia maya.

 "Di mana di masa-masa sekarang ini banyak sekali yang terjadi di kalangan umat, terutama anak-anak muda, banyak yang tidak melakukan sosialisasi karena terkukung dengan dunia online," kata Humas Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Susyana Suwadie kepada wartawan, Jumat (7/4).
 
Oleh karena itu, tema sama yang terus digaungkan sejak 2022 itu, akan dilanjutkan sebagai dasar Keuskupan Agung Jakarta mengajak agar umat dapat terbebas dari kungkungan tersebut.
 
"Itu semua diajak untuk bagaimana melakukan hal yang nyata untuk bisa menciptakan kebaikan bersama, baik untuk umat ataupun makhluk hidup," terang Susyana.
 
Secara umum, ia menyatakan bahwa tema paskah ini mengajak agar umat Kristiani untuk dapat lebih saling mengasihi kepada sesama manusia. Dengan begitu, akan tercipta kesejahteraan bersama.
 
"Mengajak semua umat untuk lebih mengasihi, lebih peduli, dan lebih bersaksi dengan melaksanakan titik berat di tahun ini adalah bagaimana peran serta seluruh umat untuk diajak dalam hal kesejahteraan bersama," tandas Susyana.
 
Sebelumnya, puluhan ribu umat Kristiani datang tak henti-henti ke Gereja Katedral, Jakarta Pusat. Namun begitu, arus orang yang datang maupun pergi dari area Katedral terlihat mengalir begitu tertib.
 
Meski lokasi gereja itu tepat di samping jalan raya, penuh dengan kebisingan suara kendaraan yang sama tak ada hentinya datang dan berlalu, sekira 1.200 kursi yang berjejer di halaman khusyuk berdoa. Khusyuk mendengarkan pesan pendeta. 
 
Dengan ragam pakaian, anak-anak, remaja, hingga lansia datang dan duduk dengan rapi di tempat duduknya masing-masing. Mengenan kematian Yesus Kristus. Beberapa hiasan salib dengan selendang merah tampak berdiri di depan para jemaat.
 
Saat doa-doa dilantunkan, para umat yang datang serempak berdiri dan menundukkan kepala. Mengamini apa yang dipinta para pendeta. 
 
"Tentunya dalam ibadat Jumat Agung ini di mana umat diajak untuk mengenangkan sengsara dan wafat Kristus yang merupakan juga misteri keselamatan yang agung dan mulia," kata Humas Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Susyana Suwadie kepada wartawan, Jumat (7/4).
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore