
Ilustrasi: Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menyoroti maraknya kehilangan helm di parkiran TIM (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Jakarta, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menyoroti maraknya kehilangan helm di fasilitas parkir kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta Pusat.
"Sangat disayangkan masalah kehilangan helm saja bisa sampai ramai di media sosial karena masyarakat enggak puas dengan penanganan TIM. Patut dipertanyakan profesionalitas Jakpro," kata Anggara dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (10/1).
Anggota Komisi Bidang Kesra DPRD DKI Jakarta itu, mendesak Jakpro segera melakukan perbaikan pelayanan di kawasan yang sekarang bernama Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM) tersebut.
"Saya minta ada langkah evaluasi dan permintaan maaf dari pihak Jakpro alih-alih saling lempar tanggung jawab di depan masyarakat," katanya.
Di sana ada banyak gedung pertunjukan dan fasilitas lainnya. "Kalau mengelola keamanan parkir saja tidak bisa, bagaimana mengelola unsur TIM yang lainnya?," katanya.
Pengelolaan TIM ini, tambah Anggara, patut menjadi perhatian DPRD DKI Jakarta, karena pada tahun 2023 telah dianggarkan Rp134 miliar untuk "Public Service Obligation" (PSO) kepada PT Jakpro.
"Ini parut jadi perhatian, apalagi kita menganggarkan belanja besar kepada Jakpro untuk operasional pengelolaan. Kalau tidak bisa profesional, kami akan tinjau ulang posisi Jakpro sebagai pengelola," tuturnya.
Sementara itu, pengelola Taman Ismail Marzuki (TIM) menyebutkan bahwa ke depannya, pengelola berencana menyiapkan tempat penitipan helm di dekat parkiran, seiring kabar maraknya kejadian helm hilang di parkiran.
"Kita lagi proses kita mau buat penitipan saja ini," kata Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) TIM Verony Sembiring.
Soal kabar banyaknya kejadian helm hilang itu viral di media sosial, disebutkannya, kejadian itu dipicu kurangnya penjagaan petugas serta minimnya CCTV di sekitar lokasi.
Karena itu, selain membuat penitipan helm, pengelola juga berencana menambah CCTV di sekitar area parkir. Namun, sementara ini pihaknya akan terlebih dahulu mempertebal penjagaan oleh petugas. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
