Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Desember 2021 | 22.43 WIB

BMKG Ingatkan Puncak Musim Hujan di Bogor, Januari–Februari

BERPENGALAMAN: Andi Sudirman memantau ketinggian air di Bendung Katulampa, Kota Bogor. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) - Image

BERPENGALAMAN: Andi Sudirman memantau ketinggian air di Bendung Katulampa, Kota Bogor. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JawaPos.com–Kepala Seksi Pusat Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hadi Saputra mengingatkan, puncak musim hujan di wilayah Bogor terjadi pada Januari–Februari 2022. Saat itu curah hujan rata-rata diprakirakan 100 hingga 150 mm per hari.

”Hampir semua wilayah di Bogor akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras. Pemerintah dan masyarakat harus bersiap mengantisipasi bencana hidrometeorologi,” kata Hadi seperti dilansir dari Antara di Bogor, Selasa (7/12).

Menurut Hadi Saputra, wilayah Bogor pada dasarnya merupakan wilayah hujan sepanjang tahun. Hanya saja, ketika memasuki Desember hingga Maret potensi hujan terjadi di wilayah Bogor cukup tinggi, di atas 100 mm per hari.

Karena itu, masyarakat diminta selalu mewaspadai kemungkinan bencana hidrometeorologi atas potensi puncak musim hujan pada awal tahun 2022. Peringatan kewaspadaan bencana akibat potensi derasnya hujan itu, lanjut Hadi, berlaku bagi seluruh warga di wilayah Bogor.

Kepala Stasiun BMKG Citeko Fatuhri Syabani menambahkan, curah hujan yang meninggi di wilayah Bogor dipengaruhi fenomena La Nina. Seperti halnya wilayah Puncak Bogor yang mengalami tren peningkatan curah hujan terpantau sejak Oktober dan terus mengalami kenaikkan hingga awal Desember.

Hal itu karena ada beberapa fenomena dinamika atmosfer di sekitar wilayah Indonesia, seperti adanya pusat tekanan rendah (siklon) dan ada fenomena atmosfer berupa seruakan dingin dari benua Asia.

Kewaspadaan masyarakat pun perlu ditingkatkan mengingat bencana bisa saja mengintai dengan peningkatan instensitas hujan yang terjadi. ”Curah hujan menujukkan angka di atas rata-rata,” terang Fatuhri Syabani.

Sementara itu, Kepala Pengawas Bendung Katulampa Andi Sudirman menyatakan debit air aliran Sungai Ciliwung di wilayahnya terpantau masih aman. Hujan seharian diprediksi terjadi di wilayah Bogor pada Selasa (7/12).

”Bendung Katulampa masih aman, normal sejak dini hari (7/12),” ujar Andi.

Di Posko Pemantau Cibalok, Gadog, aliran air Sungai Ciliwung itu terpantau normal 20 cm dengan debit air 2.863 liter/detik. Padahal sebelumnya, tinggi muka air (TMA) Bendung Katulampa sempat pada posisi 60 cm atau siaga 4 banjir Jakarta pada pukul 22.00, Senin (6/12). Tetapi kondisi berangsur surut, seiring intensitas hujan ringan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore