
BATASI KECEPATAN: Kereta tanap penumpang melintas di jalur kereta yang sempat rusak akibat banjir di Kedungwaringin, Jawa Barat, Selasa (23/2). Sejak kemarin sore, kereta jarak jauh bisa kembali beroperasi. (IMAM HUSIEN/JAWA POS)
JawaPos.com - Upaya perbaikan jalur Kereta Api (KA) yang dilakukan untuk menormalkan kembali dua jalur terdampak banjir di antara Stasiun Kedunggedeh-Lemah Abang Km 55 +100 hingga Km 53+600 telah selesai dilakukan.
Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengungkapkan, jika sebelum diperbaiki operasional perjalanan kereta menggunakan satu jalur selesai pada Selasa siang, dengan selesainya perbaikan kedua jalur tersebut pada Kamis (25/2) maka kereta yang melintas tidak lagi bergantian.
“Seluruh pemberangkatan KA dari Stasiun Gambir maupun Stasiun Pasar Senen berjalan tepat sesuai jadwal,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (25/2).
Adapun untuk mendukung proses percepatan perbaikan untuk menormalkan kembali jalur KA dampak banjir lintas Stasiun Kedunggedeh - Lemah Abang, PT KAI Daop 1 Jakarta mengerahkan sekitar 200 pekerja untuk proses pemulihan.
Selain itu juga diturunkan beberapa alat berat milik PT KAI untuk mendukung proses percepatan penanganan yang terdiri dari 2 unit Multi Tie Tamper (MTT), 2 unit Profile Balast Regulator (PBR), 1 unit TG/Exavator Jalan Rel dan 1 unit Exavator mini. Sementara untuk material batu balas yang digunakan dalam perbaikan tersebut berkisar lebih dari 1000 m3.
“Saat ini secara total terdapat 15 keberangkatan KA dari Daop 1 Jakarta, 8 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir dan 7 KA keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen,” tuturnya.
Kemudian, bagi calon penumpang kereta perlu kembali diperhatikan persyaratan untuk melakukan perjalanan kereta Jarak Jauh (KAJJ) yaitu calon penumpang diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C19 atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan.
“Khusus untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum jam keberangkatan,” imbuhnya.
Selain itu, calon penumpang harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, menggunakan masker dan mengenakan pelindung wajah (faceshield) yang disediakan oleh KAI, Mengikuti ketentuan penjagaan jarak fisik selama di stasiun dan di dalam rangkaian kereta.
“Serta dihimbau untuk menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, selalu rutin membersihkan tangan dengan air dan sabun atau cairan antiseptik,” pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/HIM4qenoNZU

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
